Handrawan Nadesul (l. 1948)Beginilah Hendaknya Sekiranya Juga Ini Boleh Terjadi Kecambah yang dahulu luruh dari rahim ibukutelah tumbuh di sela-sela jemari kekasihkuyang dengan lembut membalut matakuagar aku lebih pandai mendengar […]
Puisi
Puisi: Semut dan Roti – Handrawan Nadesul (l. 1948)
Handrawan Nadesul (l. 1948)Semut dan Roti semut duduk di atas rotidi dalam roti ia telah tidur malam dua kalipadahal yang punya roti baru mulai mereguk kopikini semut telah mati di […]
Puisi: Kepada Maria I – F. Rahardi (l. 1950)
F. Rahardi (l. 1950)Kepada Maria I seekor laba-laba kecil yang nakalmelilitkan benangnya di leherkulalu dengan diam-diam ia merayap sejauhempat ratus mildan membangun perangkap di sudut kamarmudi rongga yang gelap dan […]
Puisi: Siapa Menyimpan Sekuntum Bunga untuk Kita Nanti? – Handrawan Nadesul (l. 1948)
Handrawan Nadesul Siapa Menyimpan Sekuntum Bunga untuk Kita Nanti? Berkeranjang-keranjang bunga Mekar di benak orang-orangyang kakinya masih tulus berjalanDi kegelapan ilalangtersaruk-saruk dan terawamelihat berlumuran tangannya sendirimenahan duriTak nyana itu menjadi […]
Puisi: Malam Sepanjang Langkah – Adri Darmadji Woko (l. 1951)
Adri Darmadji Woko (l. 1951)Malam Sepanjang Langkah Sudah jam berapa hari? Sepi juga di udara. Tak ada bunyi gagak. Tak ada bunyi merak. Tidak ada juga bunyi burung pekuburan. Semuanya […]
Puisi: Lagu Hati yang Gelisah – Adri Darmadji Woko (l. 1951)
Adri Darmadji Woko (l. 1951)Lagu Hati yang Gelisah Kudengar suara embun jatuh di daun pisang, kudengar letup api dalam kompor di belakang, kudengar suara jantung berdetak begitu keras jauh di […]
