Alfin Rizal (l. 1993) Petak Umpet kecuali denganmuaku tak suka main petak umpet sebagai pencari atau tukang sembunyi,kujalani senang hati ketika kau sebagai pencari aku sembunyi di balik hujan yang […]
Puisi
Puisi: Magrib Tiba di Pintu Sorga – Syu’bah Asa (1941-2010)
Syu’bah Asa (1941-2010) Magrib Tiba di Pintu Sorga Magrib sudah tiba di pintu sorga Di batang nyiur antara langit dan celah bambu Kelam membangun sebuah beranda Ketika kentong dipalu dan […]
Puisi: 1963 – Syu’bah Asa (1941-2010)
Syu’bah Asa (1941-2010) 1963 Apakah hidup itu Tuhan, bila kisaran terus berulang? Di luar, di tanjung-tanjung dilembur pasang Mendesau gletsyer di pantai Skotland Hangus bulan menggigil-gigil bukit pasir Berkeping rontok […]
Puisi: Lorelei Bernyanyi di Seine – Syu’bah Asa (1941-2010)
Syu’bah Asa (1941-2010) Lorelei Bernyanyi di Seine Lorelei bernyanyi di Seine memandang Seine dari karang Perahu menghindar pelahan-lahan Gaunnya yang putih, Lorelei diterbangkan angin rambutmu tergerai kala senja jatuh di […]
Puisi: Makhluk Begitu Mungil – Syu’bah Asa (1941-2010)
Syu’bah Asa (1941-2010) Makhluk Begitu Mungil Makhluk begitu mungil disebut perempuan Bergelung di kakiku dengan tubuhnya telanjang Sudah kubuka untuknya berbagai pintu dalam geliat dan menggelinjang Bergantung di kakiku sedang […]
Puisi: Tentang Menulis Sajak – Syu’bah Asa (1941-2010)
Syu’bah Asa (1941-2010) Tentang Menulis Sajak Ingin aku menulis sajak Sebab Taufiq sudah membuat banyak Ia bacakan di depan orang beramai-ramai Sedang aku di sudut terhenyak Bila aku menulis sajak […]
Puisi: Di Luar Itu Angin Mengguncang Pohonan – Pesu Aftarudin (l. 1941)
Pesu Aftarudin (l. 1941) Di Luar Itu Angin Mengguncang Pohonan Di luar itu angin mengguncang pohonan engkau saksikan. Gaung panjang mengendap dalam ruang dan senja gerimis menggetarkan sayap cakrawala Kemudian […]
Puisi: Di Beranda – Pesu Aftarudin (l. 1941)
Pesu Aftarudin (l. 1941) Di Beranda Sehelai daun terbaring di beranda kemudian tidur menangkap bayang-bayang Kantuk turun mencium ubun tapi mampukah sampai kepada mimpi yang menyimpan bau busuk hidup manusiawi? […]
Puisi: Bunga-Bunga Sepanjang Jalan – Pesu Aftaruddin (l. 1941)
Pesu Aftarudin (l. 1941) Bunga-Bunga Sepanjang Jalan Sepanjang jalan tersembunyi bahasa yang tak terucapkan. Dalam getaran cahaya, dalam warna bunyi, atau pada saat hari membaringkan kelam di sepanjang jalan. Bunga […]
