Andy Sri Wahyudi (1980) Setengah Abad Ibu Setengah abad ibu berdandan di kamar mandi,menggambari wajahnya dengan embun danhujan. Membayangkan shinta, drupadi, dannawang wulan meludahi kesetiaan. Tak adabunga tumbuh di kepala […]
Puisi
Puisi: Aku Menulis – Ahda Imran (l. 1966)
Ahda Imran (l. 1966) Aku Menulis Ketika malam menarik senjadengan kasarketika hujan tak sampaike sungaiketika ikan-ikan yang menggeleparditinggalkan Aku menulis dengan tanganyang sakit. Orang-orang terus bicara,seperti ada tikus dalam mulutnyasetiap […]
Puisi: Syair – Agus Manaji (l. 1979)
Agus Manaji (l. 1979)Syair Tidak siapa pun berlari mengikutikuAku mengelana di kota lembahYang terbakar oleh dendam dan amarahHanya bayang tubuh setiaMengikuti ruh resah ke mana pergiDi antara gedung-gedung tinggiTidak siapa […]
Puisi: Debur Maret Terulur – Agus Manaji
Agus Manaji (l. 1979)Debur Maret Terulur Debur Maret terulur, menjangkau samudera bagi kenangantak terkubur. Hilal menunjam punggung awan; sepetik fragmencinta yang lirih dan pedih, sebab orang-orang hanya laludan enggan merintih. […]
Puisi: Sajak Kehilangan – Agus Manaji (l. 1979)
Agus Manaji (l. 1979)Sajak Kehilangan Kita kelak bakal kehilangan. Apa punTak cuma sepasang sandal di halaman masjid,Karenanya sesekali kau susur lagi jejak-jejak di belakang.Kenang-kenangan alit dari silsilah patah-patah:Bayang kerut wajah […]
Puisi: Masak – Aldri Fajar (l. 1994)
Aldri Fajar (1994)Masak Ibu adalah penyair di depan wajan.Kita tiap hari menyantap sajian sebagai syairnya. Hari daging disajikan dalam potongan keciltanpa meminta kita menyisihkan untuk orang lain. Tak semua suka […]
