Noor Aini Cahya Khairani (1959-2003) Mohon Doa Restu mengisi ruang padat, waktu menjadi tua pertanyaan mendesak tepi agenda kertas, daun, pasir atau tanah liat tak lagi mewujudkan impian busa sabun […]
Puisi
Puisi: Vignet Kalimantan – Noor Aini Cahya Khairani (1959-2003)
Noor Aini Cahya Khairani (1959-2003) Vignet Kalimantan 1 di atas sungai hitam hutan dan gunung berjalan menuju mantra kekuasaan 2 antara hutan larangan dan cerobong industri membentang kabel-kabel kekuasaan sementara […]
Puisi: Suatu Ketika di Kamar Kontrakan – Irianto Ibrahim (l. 1978)
Irianto Ibrahim (l. 1978) Suatu Ketika di Kamar Kontrakan 1/ ketika mengajakmu ke sana berdiri di antara pohon-pohon yang menjulang bagai hantu aku melihat langit sangat dekat dengan kita. bintang-bintang […]
Puisi: Tiga Alasan Pendulang Meninggalkan Bombana – Irianto Ibrahim (l. 1978)
Irianto Ibrahim (l. 1978) Tiga Alasan Pendulang Meninggalkan Bombana pertama, karena polisi penjaga lahan bersiap menembak kepala mereka kalau wajan atau linggis tak diserahkan bersama sepuluh duapuluh kaca plus pernyataan […]
Puisi: Di Kendari Teater Kota Lama – Irianto Ibrahim (l. 1978)
Irianto Ibrahim (l. 1978) Di Kendari Teater Kota Lama mereka hanya menyisakan potongan tiket dan bekas jari-jarinya di lenganku sepasang kursi dan daun pintu kembar yang dulu pernah mencatat mimpi-mimpi […]
Puisi: Buton 1969 – Irianto Ibrahim (1978)
Irianto Ibrahim Buton 1969 begitu tahun-tahun menjadi sepi dan malam bergegas menyibak riak waktu kau tak usah mendesak laut menyurut atau pohon-pohon mengemis angin karena darah lebih kental dari luka […]
Puisi: Hikayat Sapu Lidi – Mohammad Ali Tsabit (1996)
Mohammad Ali Tsabit Hikayat Sapu Lidi Sampai kata-kata ini telah mencapai puisi kami masih tak mengerti mengapa kami dengan seutas tali Pagi sekali kami masih asyik menggiring daun-daun kering dari […]
Puisi: Mahakam – Irianto Ibrahim (l. 1978)
Irianto Ibrahim (1978) Mahakam 1/ bahkan kukira kau tak ingin menjelaskan sedikit pun tentang kemarau apalagi ketika tanah dan daun meretak burung-burung merendah kau malah bicara tentang bahasa angin dan […]
Puisi: Permadani Terbang – Gracia Asri
Gracia Asri Permadani Terbang teluk Bhospore masih bertalu memantulkan suara azan dari masjid-masjid beribu kubah merah adalah kebahagiaan hati, warna jeruk adalah keriaan hidup yang harus diperas untuk menikmati manisnya […]
