• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi

Puisi: Lukisan Jan Pieterzoon Coen – Yahya Andi Saputra (l. 1961)

Posted on 31 Januari 20199 Juli 2021 by Editor

Yahya Andi Saputra (l. 1961) Lukisan Jan Pieterzoon Coen                                              : sarnadi adam I Tak ada isyarat cinta Sesaat saja Aku laksana berkemeja hitam Cakrawala amat pekat jadinya Singkat saja […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Yahya Andi Saputra Leave a comment

Puisi: Anak-Anak Marunda Pulo – Yahya Andi Saputra (l. 1961)

Posted on 31 Januari 20199 Juli 2021 by Editor

Yahya Andi Saputra (l. 1961) Anak-Anak Marunda Pulo                                                      : suaeb mahbub Jala, kepis, bau amis, pasir dan ombak Camar dan anak-anak menjilat air laut Tetapi aku kembali ke pantai […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Yahya Andi Saputra Leave a comment

Puisi: Pada Suatu Takdir – Irvan Syahril (l. 1997)

Posted on 29 Januari 201929 Januari 2019 by Editor

Pada Suatu Takdir Irvan Syahril (l. 1997) Pada suatu takdir aku memilih jadi penyair yang gamang kepada diri yang terus terusan kehilangan cinta setiap malam setiap retak waktu. Terbayang olehku […]

Posted in Puisi Tagged Irvan Syahril, Puisi Leave a comment

Puisi: Musim Kemarau – Irvan Syahril (l. 1997)

Posted on 28 Januari 201929 Januari 2019 by Editor

Irvan Syahril (l. 1997) Musim Kemarau (1) Ini musim kemarau panjang di dada debit air surut perigi kehilangan wajah-wajah penimba air yang kadang menjatuhkan cintanya. (2) Matahari membadik jalan raya […]

Posted in Puisi Tagged Irvan Syahril, Puisi Leave a comment

Puisi: Tinggal Bahasa – Galeh Pramudianto (l. 1993)

Posted on 9 Januari 20199 Januari 2019 by Editor

Galeh Pramudianto (l. 1993) Tinggal Bahasa Aku rindu eskalator yang membawaku sampai di lembah baju- baju. Kentang goreng, susu kotak, dan jus melon merekah dalam kantong belanjaan. Aku rindu ruang […]

Posted in Puisi Tagged Galeh Pramudianto, Puisi Leave a comment

Puisi: Manifesto Pseudo – Galeh Pramudianto (l. 1993)

Posted on 6 Januari 20199 Januari 2019 by Editor

Galeh Pramudianto (l. 1993) Manifesto Pseudo Dengar! Kita ini adalah pemilih sah fragmen gelisah! Halah!Lagumu. Hidup dari antena ke antena. Dari senyap ke sengat.Dari sinyal ke sial. Huailah. 5PERTEMPURAN DI […]

Posted in Puisi Tagged Galeh Pramudianto, Puisi Leave a comment

Puisi: Lagu di Atas Debu – Sugiarta Sriwibawa (1932 – 2009)

Posted on 11 Desember 20189 Mei 2021 by Editor

Sugiarta Sriwibawa (1932 – 2009) Lagu di Atas Debu Kilas lampu merancasi atap pondoknya Menusukkan sinar dan derung jalan raya Menerpa tanah, dinding dan wajah Dada bertarung di lekuk perutnya […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Sugiarta Sriwibawa Leave a comment

Puisi: La Canebiere – Sugiarta Sriwibawa (1932 – 2009)

Posted on 11 Desember 20189 Mei 2021 by Editor

Sugiarta Sriwibawa (1932 – 2009) La Canebiere La Canebiere senantiasa mengundang senja Bersalaman, berangkulan sepanjang bulevarda Kami orang asing mengikuti dan bertanya manja Mengapung musim gugur rebah di dada Bintang-bintang […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Sugiarta Sriwibawa Leave a comment

Puisi: Sorga Edisi Pagi – Yuswadi Saliya (l. 1938)

Posted on 10 Desember 20189 Januari 2019 by Editor

Yuswadi Saliya (l. 1938) Sorga Edisi Pagi Seorang pemotret mendatangi proyek irigasi.Itulah air, lebih berharga daripada emas sepedati.Segar bugar mengisi seluruh pembuluh-pembuluh bumi Petani-petani mencelupkan kepalanya masing-masing ke dalam air, […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Yuswadi Saliya 2 Comments

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani