Riki Dhamparan Putra (l. 1975) Mencari Kubur Baridin dan Suratminah /1/kau masuki relungkukau daki gigir bukit di punggungkuseperti memikul isi bumi dan isi langitkau buat kasihmenjadi beban dalam pilu nasibku […]
Puisi
Puisi: Pagi-pagi Sekali – M. Anton Sulistyo (l. 1958)
M. Anton Sulistyo (l. 1958) Pagi-pagi Sekali Dari jendela kamar, pagi-pagi sekali Kabut membuat kursi taman menghilang Orang-orang bergerak lebih cepat ke segala arah Kota tampak hitam putih. Daun-daun gemetar […]
Puisi: Kota Lama – M. Anton Sulistyo (l. 1958)
M. Anton Sulistyo (l. 1958) Kota Lama Membaca kerisauan di tiap lekuk tubuhmu Aku seperti mengunjungi sebuah kota lama Yang tiba-tiba mati ditelantarkan sunyi Di dalam hati. Terbentang hutan para […]
Puisi: Peluk Luka – Beni Satryo (l. 1988)
Beni Satryo (l. 1988) Peluk Luka Seorang penyair kelimpungan mengejar huruf A yang lari dari puisi-puisinya. Huruf itu angslup ke dalam sebuah peluk Lalu menjadi peluka Lalu luka. Sumber: Indoprogress, […]
Puisi: Hotel BB – Seno Joko Suyono (l. 1970)
Seno Joko Suyono (l. 1970) Hotel BB Tibalah kita pada hotel, dini ituyang resepsionisnya berteka-teki mengenai Nabiyang diminta memilih meminum susu atau anggursebelum melakukan mi’raj“Nabi meneguk susu,” terkamu. Jawabanmu tepatDan […]
Puisi: Kehilangan Buku – Adhitya Kriesna
Adhitya Kriesna Kehilangan Buku Sejak ia kehilangan buku-buku, pikirannya disandera uang.Kucatat jalan opininya untuk dikirim melompati isu-isu terkini.Melampaui data dan fakta yang ditunjuknya.“Itu tercatat di bundel majalah. Rak paling atas. […]
Puisi: Hikayat Jamarun – Mugya Syahreza Santosa (l. 1987)
Mugya Syahreza Santosa (l. 1987) Hikayat Jamarun (seribu burung akan mengepung langit yang tiba-tiba mendungdan paruh mereka sibuk menyasar biji matamu) angin tak pernah berubah menjadi sari padi hingga terasa […]
Puisi: Jam Malam – Seno Joko Suyono (l. 1970)
Seno Joko Suyono (l. 1970) Jam Malam Aku periksa lagi kalimat yang akan kukirim kepadamu Hanya beberapa kata kerja yang kumengerti Semuanya tak ada yang menjurus ke situasi yang kuinginkan […]
Puisi: Menunggu Pompong – Ramon Damora (l. 1978)
Ramon Damora (l. 1978) Menunggu Pompong menunggu pompong, menunggu kata-kata. puisi kosong. jejal manusia. secuil bahasa. ramai orang. sedikit makna datang. mungkin aku memang bukan penyair. aku tak hafal tamsil. […]
