Binhad Nurrohmat (l. 1976) Kuburan Imperium 1/ Raja agung dijunjung dan jatuh kemudian. Berduyun pergi bangsawan tanpa pulang. Trah imperium dikulum takdir kekalahan. Lalu senyap dalam babad dan reruntuhan. Kafilah […]
Puisi
Puisi: Karantina, Cintaku – Binhad Nurrohmat (l. 1976)
Binhad Nurrohmat Karantina, Cintaku : istri Tak ada dosa jatuh di kota kita sekeras ledakan bom perang besar. Dari balik jendela kita menatap hujan serta memandang wajah kita di kaca. […]
Puisi: Tutupnya Kedai Kopi – Sabiq Carebesth (l. 1985)
Sabiq Carebesth Tutupnya Kedai Kopi Di meja itu — berwarna cokelat eboni Kau sajikan gelas demi gelas Hari demi hari dan tahun berganti Peruntungan dan luka-lukaku Telah mewarnai waktu Lebih […]
Puisi: Kiamat di Hari Kamis – Deddy Arsya (l. 1987)
Deddy Arsya (l. 1987) Kiamat di Hari Kamis Hari Sabtu ini malaikat akan mencabik baju di dadanya sendiri payudaranya akan menyumbul seperti kecambah kacang yang baru berumur tiga hari para […]
Puisi: Lengkung Teluk Painan – Deddy Arsya (l. 1987)
Deddy Arsya (l. 1987) Lengkung Teluk Painan Ketika seumuranmu, ibuku dibawa perahu Bugis ke pulau terdekat. Matahari hanya sebesar telur penyu. Kau bercerita tentang nenek moyangmu, pasir-pasir melonjak dalam matamu. […]
Puisi: Tangsi untuk Ahmad Marzoeki – Deddy Arsya (l. 1987)
Deddy Arsya (l. 1987) Tangsi untuk Ahmad Marzoeki Di situ, empat orang raja, duduk bersila di atas munggul kayu tua. Ada tiga orang tuanku menitah pada burung, seperti bunyi gesek […]
