Edwin Anugerah Pradana1984 I“Mengapa kita tak jujur, Winston?”Julia seperti bertanya dari arah dipan dengan nyeri di negeri yang maklum. Mereka tata berahi, di ruangan itu. IISementara di luar, kota memasang […]
Puisi
Puisi: Di Pesisir -Edwin Anugerah Pradana
Edwin Anugerah PradanaDi Pesisir “Aku tak dingin.”Ia seperti berbisik, sedikit tersenyum.Gadis itu tak bicara banyak setelah dusun kosongdan sepi seperti tiba dari zaman pertama. “Siapa yang kau kenang?”“Mungkin tak ada. […]
Puisi: When Almond Blossomed – Edwin Anugerah Pradana
Edwin Anugerah PradanaWhen Almond Blossomed Giya Kancheli menyaksikan bagaimana proses surga dibanjiri oleh bir. Lalu minor-minor itu semakin memabukkan, dan tentu She is Here menyusul. Teringat pada suatu kelahiran, di […]
Puisi: Le Mythe de Sisyphe – Edwin Anugerah Pradana
Edwin Anugerah PradanaLe Mythe de Sisyphe “Il n’y a qu’un problème philosophique vraiment sérieux: c’est le suicide.” – Albert Camus Sedekat itulah kitadengan kematian yangmenjadi siklus. Aiolos menyadariputranya adalah […]
Puisi: Ada Kabar Apa, Tara Basro? – Aloysius Bram (l. 1996)
Aloysius Bram (l. 1996)Ada Kabar Apa, Tara Basro? perempuan-perempuan Senin masih membicarakan selulit di badanmu tetapi hamparan baliho Jalan Kaliurang tidak mengenal Selasa, Rabu, dan Kamis ia tetap saja kulit […]
Puisi: Senin Menggejala – Aloysius Bram (l. 1996)
Aloysius Bram (l. 1996)Senin Menggejala kebencian terhadap Senintelah menjadi demam lain panaseanya: racikan Minggu, Sabtu dan setengah dari Jum’atbersama layanan pesan antardiminum sembari Netflix dan selonjorsebelum demam itu kembali dengan […]
