Maulidan Rahman Siregar (l. 1991)Hesti Bulan Juni Hesti tak pernah jadi abaditak pernah selesai ditulispuisi selalu ada kurangnyalagu-lagu nyaring kali sumbangnyacerpen makin panjang-panjangnovel selesai pada bab duabuku-buku dijual murahsudah murah, […]
Puisi
Puisi: Wajahmu – Maulidan Rahman Siregar (l. 1991)
Maulidan Rahman Siregar (l. 1991)Wajahmu Kau kuunduh, kekasihmenembus kabel, masuklewat colokan USB, menjadilayar hidup, menari. Wajahmu adalah alasankenapa siaran tiviharus dijauhkan. Mengagumimu dari pagihingga malam. Sepertiapa puisi harus duduk diam? […]
Puisi: Kawanku, Tuan N.N. – Polanco Surya Achri (l.1998)
Polanco Surya Achri (l.1998)Kawanku, Tuan N.N. Alismu yang tebal adalah hutan. Hitam layaknya malam.Membuat orang yang memandangnya jatuh dan menemukansepasang bola mata yang gemar memandangi langit dan lautan. Butuh waktu […]
Puisi: Di Masjid – Polanco Surya Achri (l. 1998)
Polanco Surya Achri (l. 1998)Di Masjid Kita dulu kerap berlomba, berteriak “amin” paling keras dan kencang saat menghadap-Nya. Dan kita amat suka saat dimarahi orang-orang itu, lalu senyum-senyum sendiri saat […]
Puisi: Pertanyaan Seorang yang Bukan Penyair – Polanco Surya Achri (l. 1998)
Polanco Surya Achri (l. 1998) Pertanyaan Seorang yang Bukan Penyair Jika penyair masuk surga, apakah ia akan tetap menulis puisi?Saya penasaran. Tuhan, izinkan saya masuk ke sana. Maret, 2018 Sumber: […]
Puisi: Kota Putih – Ahda Imran (l. 1966)
Ahda Imran (l. 1966)Kota Putih Aku melihatmu di sebuah kotayang menjadi putih. Ketika gelapbersalin lidah dengan terang. Ketikaorang-orang menemukan sisik ulardi bawah bantal, sajadah, dan altar Bagai lebah mereka berkerumun—memasuki […]
Puisi: Sejumlah Tempat, Bayanganmu Sekelebat – Ready Susanto (l. 1967)
Ready Susanto (l. 1967)Sejumlah Tempat, Bayanganmu Sekelebat /1/ Bandaradi gerbang mana engkau menunggu?sudah kukenakan rinduagar tak salah engkau menjemputku /2/ Cisangkuyalangkah bergairah: kataalangkah indah: kita /3/ Kafesejak kapan kita saling […]
Puisi: Perjalanan Lama: Stasiun Frankfurt – Ready Susanto (l. 1967)
Ready Susanto (l. 1967)Perjalanan Lama: Stasiun Frankfurt Angin kelabu, desisnya di luar napas. Jalanan beku, keretaberderak, orang-orang berlalu. Siapakah aku? Di tengah cuacahampir-hampir salju, asap sigaret tak pernah bisa kutahu. […]
Puisi: Menulis Lagi Sajak – Ready Susanto (1967)
Ready Susanto (1967)Menulis Lagi Sajak menatap bunga yang bermekarandan cericit burung beterbangandalam derai hujan tipis-tipis kutemukan lagi kenangandan cinta remaja yang setiadalam surat dan buku harianyang terbengkalai: wahai, betapa murninya! […]
