Nyoman Wirata (l. 1957)Aku Memungut Bendera dan Air Mata Seekor Elang Pagi ini aku memungut airmata seekor elangKukira kesedihanSebab luka mengangaTapi tak bersua di sana sebab lukaTak ada hubungannya dengan […]
Puisi
Puisi: Sunyi Bukan Pengasingan – Nyoman Wirata (l. 1957)
Nyoman Wirata (l. 1957)Sunyi Bukan Pengasingan Sunyi tak memiliki tempat khususTanpa ruang tungguSeperti ruang praktik para dokterKebijakannyaTak pernah bersekutuAtau berseteruKastanya adalah melayaniMantranya suara suksmaBerkelana di sepanjang abadTanpa upacara dan perayaanPintu […]
Puisi: Sajak – Nyoman Wirata (l. 1957)
Nyoman Wirata (l. 1957)Sajak Api menyala atas Nyaladi tengah hariApi menggugah nyawayang diberiHari ini,bunga memerah atas darah yang tesirapdari nadi yang muncratAsap menggelinjang dari jiwa yang gelinjangmencebur ke dalam anginWicara […]
Puisi: Ada Wayang, Ada Pula Topeng – Nyoman Wirata (l. 1957)
Nyoman Wirata (l. 1957)Ada Wayang, Ada Pula Topeng Ada wayangAda topengdi luar puradipertunjukkan Mata yang jeli pasti tak bimbangmencari-carikukarena kududuk nyenyap berdebudalam keriuhan legendadan babad para satriasambil kusimak arti di […]
Puisi: Sajak Pintu – Abrar Yusra (1943-2015)
Abrar Yusra (1943-2015) Sajak Pintu Ditanya di mana tentulah di pintu Dicari di mana tentulah di pintu entah kenapa terus-terusan di pintulah aku: Pintu kamar Pintu dapur Pintu […]
Puisi: Jembatan Penyeberangan Kramat Pagi Hari – Abrar Yusra (1943-2015)
Abrar Yusra (1943-2015) Jembatan Penyeberangan Kramat Pagi Hari Mata pedas tidur. Tak bisa tidur Siapa acuh pada pagi, yang tidak membersihkan udara bau minyak di jalanan. Aku tak […]
Puisi: Bab Penghabisan – Aspar Paturusi (l. 1943)
Aspar Paturussi (l. 1943)Bab Penghabisan banyak tak terbacadalam buku ini banyak tak tertulisdalam kertas ini banyak tak terpikirdalam kepala ini banyak tak terucapkandalam kata-kata ini banyak tak terminumdalam haus ini […]
Puisi: Bagaimana Bisa Engkau Jadi Debu – Aspar Paturusi (l. 1943)
Aspar Paturussi (l. 1943)Bagaimana Bisa Engkau Jadi Debu bagaimana engkau menuliskan sajakmusedang kertas jadi debu bagaimana bisikanmu jadi teriaksedang tenggorokanmu lagi serak bagaimana bisa engkau melangkahsedang berdiri pun tak berdaya […]
Puisi: Hanyut – Aspar Paturusi (l. 1943)
Aspar Paturusi (l. 1943)Hanyut kulihat tanganmu terkulaimenggapai pantai dalam kilatan cahayamemintas cemas wajahmu kulihat lengan gelombangmenyeret ketakutanmu adakah engkau bangkitatau hanyut lebih jauh 1980 Sumber: Naskah Pekan Puisi 10 Kota, […]
