Slamet Sukirnanto (1941-2014) Perbawati – Sukabumi Karena mendung tergeser dari langit Tundalah kantukmu barang sejam Mari! Mengurai cahya terang di bukit Tubuh menggigil dan dingin yang menggigit Sebelum tiba saatnya […]
Puisi: Ngrayun- Slamet Sukirnanto (1941-2014)
Slamet Sukirnanto (1941-2014) Ngrayun Beri Aku Air di kali Beri Aku Air di sawah-sawah Beri Aku Kenangan di lembah-lembah Beri Aku Kehidupan yang ramah Seputih cairan getah Yang terus mengalir […]
Puisi: Berangkat Pulang – Arsyad Indradi (l. 1949)
Arsyad Indradi (l. 1949) Berangkat Pulang Di atas batu langit kian kuning Sungai di mana matamu mengaca Ikanikan berenang di hatimu Apakah mengukir jauh perjalanan Ke kutub mana kita pulang […]
Puisi: Reruntuhan Hujan – Arsyad Indradi (l. 1949)
Arsyad Indradi (l. 1949) Reruntuhan Hujan Pagi tak jadi sempurna. Menatap pintu langit Siapa berlari bebasah perih di sana? Di dalam hujan. Mestinya tak perlu risau.. Di dalam rindu. Mestinya […]
Puisi: Gunung Bromo – Slamet Sukirnanto (1941-2014)
Slamet Sukirnanto (1941-2014) Gunung Bromo Buat: kawan-kawan dari Universitas Erlangga Malam dan lautan pasir dihapus kegelapan Angin mati meskipun tubuh berdekatan Sepanjang jalan mendatar dan meraba sepi Puncakmu anggun! Engkau […]
Esai: Frischa dan Tanda Bagi Waktu
Oleh Hasan Aspahani YANG segera menjadi perhatian saya ketika pertama kali membaca sajak-sajak Frischa Aswarini di buku “Tanda Bagi Tanya” (Gramedia, 2017) adalah waktu. Ada semacam obsesi laten terhadap waktu. […]
Puisi: Catatan Perjalanan – Isma Sawitri (l. 1940)
Isma Sawitri (l. 1940) Catatan Perjalanan I Demi laut yang gemerlap demi langit yang tiada demi alam raya dan manusia yang bekerja maka di hadapanmu Tuhan limpahkan sehari penuh kegembiraan […]
Puisi: Ubud – Isma Sawitri (l. 1940)
Isma Sawitri (l. 1940) Ubud Yang emas adalah padi yang hijau adalah padi yang bernas sesungguhnya padi yang bergurai kiranya padi inilah kebenaran pertama sebelum yang lain lain karena laparlah […]
Puisi: Pantai Utara – Isma Sawitri (l. 1940)
Isma Sawitri (l. 1940) Pantai Utara luruskan pandang ke daratan tandus, ke petak-petak garam ke laut lepas, layar putih-putih, perahu-perahu bebas O laut Jawa di belakang desa-desa sengsara laut Jawa […]
