Refdinal Muzan (l. 1966) Mistis Engkau membawaku dalam langkah kanak yang kosong Kesiur angin malam, rimba semak belukar Temaram separuh bulan nyanyian jangkrik dan kunang-kunang Kembang harum setanggi,sepercik darah, sesayat […]
Puisi: Insulinde Senja – Refdinal Muzan (l. 1966)
Refdinal Muzan (l. 1966) Insulinde Senja I Mana ruang kita hadir kala kaki di sini menjejak menghirup langit untuk kembali menjelma sepasang burung dalam sebuah kurun yang beruntun II seberkas […]
Puisi: Aku Hadir di Hari Ini (10) – Hr. Bandaharo (1917-1993)
Hr. Bandaharo Aku Hadir di Hari Ini (10) berapa banyak teman yang mati nisan-nisan pekuburan berpacakan di semua penjuru. yang mati sakit didera deritanya sendiri, yang mati disambar petir atau […]
Puisi: Keyakinan – Rosihan Anwar (1922-2011)
Rosihan Anwar (1922-2011) Keyakinan Bila pun dibanting ke lembah duka Di sana disungkup gelap gulita Udara bagaikan mencekik rasa Sekalipun diderak seluruh tubuh Disergap dari segenap penjuru […]
Puisi: Lukisan – Rosihan Anwar (1922-2011)
Rosihan Anwar (1922-2011) Lukisan kepada Perjurit Di atas trem penuh pepak Di sudut saja tempatku tegak…. Duduk di depanku Perjurit muda Selurus sikapnya “lukisan” nyata: Contoh manusia Tenang tegap […]
Puisi: Menyesal – Ali Hasjmy (1914-1998)
Ali Hasjmy (1914-1998) Menyesal Pagiku hilang sudah melayang, Hari mudaku sudah pergi Kini petang datang membayang Batang usiaku sudah tinggi Aku lalai di hari pagi Beta lengah di masa muda […]
Puisi: Percayalah O, Tuan – Ali Hasjmy (1914-1998)
Ali Hasjmy (1914-1998) Percayalah O, Tuan Kepada pemimpin-pemimpin di tanah pembuangan Pecayalah, O, Tuan, percayalah! Kami tidak akan melupakan jasa, Amal mulia, jerih dan payah, Tersimpan baik di hati bangsa. […]
Puisi: Untuk Bersama – Ali Hasjmy (1914-1998)
Ali Hasjmy (1914-1998) Untuk Bersama Biar hujan tidak turun, Kalau hanya menyirami ladangku, Biar tak ngembang sekar suhun, Kalau hanya di tamanku. Biar purnama tidak terbit, Jika tidak bersama korongku, […]
Puisi: Republik Luka – Refdinal Muzan (l. 1966)
Refdinal Muzan (l. 1966) Republik Luka Sebuah bingkai kaca sepertinya tak lagi jernih melihatnya Sebundar lobang menembus menjadi retak di garis-garis terbaca dan orang selalu tak tak pernah tahu siapa […]
