Remmy Novaris D.M. (l. 1958) Waktu yang Membeku tak ada lagi yang bisa kau ingat ketika kau menanggalkan tubuhmu di sepanjang jalan raya kesunyian kau biarkan malam merayumu dan menghempasmu […]
Puisi: Pithecantropus Singleanus – Indra Senna (l. 1986)
Indra Senna (l. 1986) Pithecantropus Singleanus Matahari. Kita jarang bertegur sapa. Kita jarang bertatap cahaya. Ketika kau meninggi, aku baru saja membuka mata. Entah berapa masa hal itu terlewat begitu […]
Puisi: Pithecantropus Dogmanipus – Indra Senna (l. 1986)
Indra Senna (l. 1986) Pithecantropus Dogmanipus Aku berteriak didalam kepalaku, “Anjiiiiiinnggg!!!”, kataku. “Ada apa Nyet?”, begitu si Anjing menjawabku. Dalam kepala yang ramai, riuh oleh tanda tanya dan sesekali memikirkanmu. […]
Puisi: Pada Akhirnya – Jamal T Suryanata (l. 1966)
Jamal T. Suryanata (l. 1966) Pada Akhirnya akhirnya kita tinggalkan pantai itu dengan diam yang menghapus peristiwa tanpa jejak tanpa segores sejarah ada yang tetap tersembunyi di situ bait-bait puisimu […]
Puisi: Sungai Martapura – Jamal T Suryanata (l. 1966)
Jamal T Suryanata (l. 1966) Sungai Martapura memandang lama-lama riak sungai di ujung senja serasa bersitatap dengan wajah sendiri dalam seribu cermin menekuri jejak perjalanan antara kekinian dan kesilaman lihatlah […]
Esai: Menimbang Thukul: Sajak Melawan Kebisuan
Menimbang Thukul: Sajak Melawan Kebisuan Oleh Hasan Aspahani PENYAIR, kata Wiji Thukul dalam pengantar buku kumpulan sajak lengkapnya “Aku Ingin Jadi Peluru” (Indonesiatera, Cet. I 2000, Cet. II 2004), harus […]
Puisi: Pithecantropus Octoblues – Indra Senna (l. 1986)
Indra Senna (l. 1986) Pithecantropus Octoblues Oktober. Barusan aku putuskan untuk menyeduh jamu kuat. Jamu yang disimpan dalam lemari ukuran sedang. Sebagai pengganti medis yang kimiawi. Sebagai bukti cinta dalam […]
Puisi: Sri: Empat Babak Dongengan Sentimental – Gilang Perdana (l. 1987)
Gilang Perdana (l. 1987) Sri: Empat Babak Dongengan Sentimental aku masih dan akan selalu jadi milikmu tangan keperakan – sepuh cahaya bulan haha-hihi di ingatan masa kecilmu […]
Puisi: Siklus Partitur – Gilang Perdana (l. 1987)
Gilang Perdana (l. 1987) Siklus Partitur 1 kita pun sampai, dan aku ingin menyerahkan sisa hawa dingin yang terikut di punggungku kepada pelukanmu yang tiba lebih dulu, mendahului cemas dan […]
