Indrian Koto (l. 1983) Gerimis Melati ketika tangis pertamamu pecah langit menjatuhkan kelopak melati yang wanginya tercium sepanjang hidupmu aku memandang bening matamu seperti lubuk dengan mata air abadi tak […]
Puisi: Menginap di Kos Kiting – Indrian Koto (l. 1983)
Indrian Koto Menginap di Kos Kiting Aku tidur di kamar kontrakanmu yang 800 ribu sebulan Nyamuk adalah kerabat yang rajin bercakap-cakap Gang sempit, rumah rapat, bercampur debu bekas lahan gusuran […]
Puisi: Di Kampung Hulu – Indrian Koto (l. 1983)
Indrian Koto (l. 1983) Di Kampung Hulu sungai tak pernah mengantar nasib baik sampai hulu di kampung hulu jalan menabrak rumah debu, anjing dan ayam bersemayam di bawah tangga, papan […]
Puisi: Negeri Datuk Djabok – Adri Sandra (l. 1964)
Adri Sandra (l. 1964) Negeri Datuk Djabok pernahkah kau lihat, sesuatu yang berlari di hadapanmu bayang-bayang yang berjalan sepanjang pergantian tahun dan waktu dan aku mendengar cairan-cairan sejarah ini menetes […]
Puisi: Perempuannya Eliot – Iswadi Pratama (l. 1971)
Iswadi Pratama (l. 1971) Perempuannya Eliot –Vivienne Rumah dengan jendela jendela besar dan dinding bata merah yang lembab Pintu berderak diterpa angin musim gugur. Angin, tamu yang lebih ramah Melaluinya […]
Puisi: Kisah – Iswadi Pratama (l. 1971)
Iswadi Pratama (l. 1971) Kisah Maafkan, bila saya telah membuatmu – dengan kebetulan atau terpaksa – membaca sajak ini. Sajak yang tak pernah terasa sebagai sajak. Saya mungkin dimaksudkan sebagai […]
Puisi: Agustus – Iswadi Pratama (l. 1971)
Iswadi Pratama (l. 1971) Agustus Di Timur pagi, Agustus seperti sebaris eucalyptus di lereng bukit yang mulai tandus. Hampir rebah dan tersia. Tinggal jubah kemarau yang berdebu itu membungkus bahu […]
Puisi: Anak Yatim-piatu Pendidikan – Remmy Novaris D.M. (l. 1958)
Remmy Novaris D.M. (l. 1958) Anak Yatim-piatu Pendidikan anak-anak tak lagi hanya membawa buku di dalam tas mereka, tetapi membawa kecemasan dan ketakutan sehingga menjadi batu, gir motor dan celurit […]
Puisi: Kota di Lorong Waktu – Remmy Novaris D.M. (l. 1958)
Remmy Novaris D.M. (l. 1958) Kota di Lorong Waktu Kota itu menyimpan kenangan kaki-kaki kecil dan tubuh telanjang,menye b e rangi gerimis di lepangan yang terbuka, dan berenang di kubanganlumpur, […]
