S. Wakidjan Malam Jernih Langit bersih Bulan putih Bintang-bintang jauh menepinyisih Malam yang jernih Dan aku betah sekali Membenamkan muka pada bidang malam begini Biar hanya berteman dengan hati Dan […]
Puisi: Akukah Itu? – H. Amang Rahman Jubair
H. Amang Rahman Jubair Akukah Itu? Lelaki umbaran saba rerumputan saba pegunungan saba lautan Lelaki umbaran tidur di awang-awang tidur di ranjang tidur di pangkuan rindukan tembang rindukan timang Lelaki […]
Puisi: Laporan – S. Wakidjan
S. Wakidjan Laporan Itu mata genteng berdebu Dan tingkah mengendap kelu Gigi tulang jua menonjol mau bicara Gelepar nyawa melingkar usia Ah! Bikin catatan laporan dengan kepucatan Yang mematikan Di […]
Puisi: Mantra Sungai – Aprinus Salam (l. 1965)
Aprinus Salam (l. 1965) Mantra Sungai Dari hilir hatiku, hilir air Berenang bersama kayuh Telusuri keluk tubuh Bersampan ke sudut seduh Hingga ke batas aku Mengalirlah engkau, hai jernih Membasah […]
Puisi: Mantra Tubuh – Aprinus Salam
Aprinus Salam Mantra Tubuh Tulang dan darah Bersegeralah engkau Karena cinta yang selalu Hati dan jantung Bersemilah engkau Karena cinta yang deru Mata dan telinga Lihat dan dengarlah Karena cinta […]
Puisi: Kehidupan Aneh di Balik Jendela – Setia Naka Andrian (l. 1989)
Setia Naka Andrian (l. 1989) Kehidupan Aneh di Balik Jendela Ada kehidupan yang aneh di balik jendela. Banyak yang menganggapnya sebagai perlintasan perasaan orang-orang putus asa. Di sana, berisi para […]
Puisi: Kepada Eva – Zulkifli Songyanan
Zulkifli Songyanan Kepada Eva Di langit mentega Belum ada yang sempat Mengenali sepasang payudaramu Tenanglah, Eva Serabut petir Tak lebih mengerikan Ketimbang dosa pertama Saat singgah di tubuhmu Memang Sebaiknya […]
Puisi: Desember – Citra D. Vresti Trisna
Citra D. Vresti Trisna Desember halo desember! yang membuatmu cantik adalah gelas kopi sebuah asbak dari kayu gaharu dan hari libur rencana selfi di perut televisi saat konspirasi tidur pulas. […]
Puisi: Sakit Kepala di Pesta Kebun – Citra D. Vresti Trisna
Citra D. Vresti Trisna Sakit Kepala di Pesta Kebun -kepada yuslisut mata, rambut dan struktur giginya lapar menunggu bau bandeng digoreng di rumah seorang kawan sepiring nasi disajikan dari kemiskinan […]
