• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi: Surat Kasih – Siti Nuraini (l. 1930)

Posted on 18 November 201718 Desember 2020 by Editor

Siti Nuraini (l. 1930) Surat Kasih Cerah berubah mendung; mengungsi permainan warna Seruan, gerak dayung; gelepar guruh menjadi hujan Pohon naungan, kereta dorong, mencari anak dan rusa Di atap sekitar […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Siti Nuraini Leave a comment

Puisi: Jakarta – Toeti Heraty (1933-2021)

Posted on 17 November 201713 Juni 2021 by Editor

Toeti Heraty (1933-2021) Jakarta Jakarta tidak aman bagiku selalu terungkap lagi segala yang lalu betapa kan kuredakan kepedihan ini betapa kerinduan, keharuan ini… adalah kepedihan cerah cuaca luas menggetarkan siang […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Toeti Heraty Leave a comment

Puisi: Laut – Sanento Yuliman (1941-1992)

Posted on 17 November 201717 November 2017 by Editor

Sanento Yuliman (1941-1992) Laut 1. Di tepi laut luas kita berdiri, dan sambil menunjuk karang-karang dan bangkai kapal Engkau mengeluh seperti ombak, serta pelahan berkata: Laut, seperti beribu tahun yang […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Sanento Yuliman Leave a comment

Puisi: Lonceng – Djajanto Supra

Posted on 17 November 2017 by Editor

Djajanto Supra Lonceng duka bersahutan dalam rindu yang sebanding antara kita luka terbuka ah tersipu waktu dalam warna senja mengembang dan menutup di musimnya kering sepi menguncup bukan bunga bibir […]

Posted in Puisi Tagged Djajanto Supra, Puisi Leave a comment

Puisi: Nyonya Küger – Sandy Tyas

Posted on 17 November 201717 November 2017 by Editor

Sandy Tyas Nyonya Küger sungai mains yang panjang memisahkan dua jalanan di depan mata, rumah-rumah tua, gereja lama pohonan gundul, motor boat jembatan besi dan orang-orang mandi matahari sebuah bangku […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Sandy Tyas Leave a comment

Puisi: Lumar: Wajah Pitaloka – Heri Maja Kelana

Posted on 17 November 201717 November 2017 by Editor

Heri Maja Kelana Lumar: Wajah Pitaloka pergilah ke perbatasan, kabarkan tentang permusuhan waktu reda, hujan lindap. ke mana kau akan berangkat membawa syair setelah semuanya berakhir, luka-luka disihir menjadi kenangan […]

Posted in Puisi Tagged Heri Maja Kelana, Puisi Leave a comment

Puisi: Kepada Seorang Planolog – Heri Maja Kelana

Posted on 17 November 201717 November 2017 by Editor

Heri Maja Kelana Kepada Seorang Planolog   “sekali waktu, memandangmu bukan dengan mata” pagi. tegas aku menyampaikan salam. selenting lagu lonceng atau jerit rem, akrab di telingaku. begitu aku memandangmu […]

Posted in Puisi Tagged Heri Maja Kelana, Puisi Leave a comment

Puisi: Suatu Saat, Suatu Ketika – H. Amang Rahman Jubair

Posted on 17 November 2017 by Editor

H. Amang Rahman Jubair Suatu Saat, Suatu Ketika Tanah yang ramah saat itu akan tiba jua liang lahat akan digali gelap dan pengap seperti guha garba Hiasi regolnya dengan janur […]

Posted in Puisi Tagged H. Amang Rahman Jubair, Puisi Leave a comment

Puisi: Jatitujuh – Heri Maja Kelana

Posted on 17 November 201717 November 2017 by Editor

Heri Maja Kelana Jatitujuh sejarah bukan hanya pada sawah. malam yang hampir punah. atau burung-burung berpindah ke kebun-kebun binatang. malam. tepat aku singgah di kotamu. tak ada bulan. sungai mirip […]

Posted in Puisi Tagged Heri Maja Kelana, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani