Dharmadi (l. 1948) Akhirnya Kini Kita Tinggal Berdua akhirnya kini kita tinggal berdua; anak-anak sepertinya baru kemarin menjadi bagian diri kita satu persatu pergi menyusuri jaman mencari nasibnya kita sendiri […]
Puisi: Aku Mencari Kata dalam Sajak Kehidupanku – Dharmadi (l. 1948)
Dharmadi (l. 1948) Aku Mencari Kata dalam Sajak Kehidupanku apalagi yang bisa ditafsirkan dari beribu kata yang berhamburan dari busa mulut tanpa pekarasa apalagi yang bisa dimaknakan dari beribu kata […]
Puisi: Waktu – Arian Pangestu (l. 1991)
Arian Pangestu (l. 1991) Waktu Tidak di tempat lain dan tidak di mana pun. Hari-hari esok padamu aku kembali menuju di sisimu aku ingin tertidur di antara hari-hari panjang kota […]
Puisi: Di Dalam Sepetak Kamar – Dharmadi (l. 1948)
Dharmadi (l. 1948) Di Dalam Sepetak Kamar ia pun masih membiarkan daun jendela terbuka; malam makin merapat. memandang jauh hanya bayang pepohonan sesekali bergoyang di bawah sisa-sisa cahaya bulan luput […]
Puisi: Kemarin Aku Menjadi Orang Lain – Arian Pangestu (l. 1991)
Arian Pangestu (l. 1991) Kemarin Aku Menjadi Orang Lain Tak ada kesibukan pagi ini hari-hariku yang pendek habis untuk mengingat kenanganmu yang panjang. Pukul 10 pagi aku butuh segelas kopi […]
Puisi: Sore yang Setia – Rahmat Jabaril (l. 1968)
Rahmat Jabaril (l. 1968) Sore yang Setia Sore yang setia menemani anak-anak kampung bertebaran mengepit kaleng-kaleng bekas menerbangkan imajinasi dengan layangan menembus awan Sore yang setia tanah bau dan berdebu […]
