Warih Wisatsana (l. 1965) Kota Kita -Helmi Haska – Bagaimana akan kita tinggalkan kota ini Setiap orang menunjukkan arah yang salah Seharian menyeberangi jembatan layang dirundung bayang gedung menjulang Seharian […]
Puisi: Legian – Warih Wisatsana (l. 1965)
Warih Wisatsana (l. 1965) Legian Di Legian tak ada yang menyadari semua pohon ingin tumbuh rindang Hanya bar tak bernama di tikungan merelakan bunga kecil merambat liar menembus retak […]
Puisi: Mysterium Tremendum Et Fascinans – Faisal Kamandobat (l. 1980)
Faisal Kamandobat (l. 1980) Mysterium Tremendum Et Fascinans segalanya telah terungkap walau kita tertahan kebisuan matamu mengatakan segalanya lebih dalam dari bayang-bayang yang menampilkan cahaya tak perlu darah menjadi luka […]
Puisi: Yang Hilang – Rahmat Jabaril (l. 1968)
Rahmat Jabaril (l. 1968) Yang Hilang Langit kelabu dihuni anak tanah cekungan Kelabu yang menekan sedih tak tertahankan Kini mengisahkan kota impian bersimpah tangis Sungai Cikapundung gelap tempat meratap Menimba […]
Puisi: Berhati-hatilah, Hai Kau Para Betina! I – Rukmi Wisnu Wardani (l. 1973)
Rukmi Wisnu Wardani (l. 1973) Berhati-hatilah, Hai Kau Para Betina! I Berhati-hatilah, hai kau para betina! ketika mereka menertawai payudaramu yang rendah apalagi ketika dikatakannya milikmu sama rata dengan papan […]
Puisi: Pagi yang Ramah – Arian Pangestu (l. 1991)
Arian Pangestu (l. 1991) Pagi yang Ramah Aku tak dapat membedakan pagi yang ramah atau awan yang marah di atas sana langit begitu sengit menabur hujan menahan langkah kakiku di […]
