• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi: Pada Hari Terbunuhnya 4 Petani Madura – Angger Jati Wijaya (1967 – 2013)

Posted on 4 April 201822 Juni 2021 by Editor

Angger Jati Wijaya (1967 – 2013 ) Pada Hari Terbunuhnya 4 Petani Madura Barangkali kita pun tak sempat mengenali Tangan siapakah yang telah bertahun-tahun lamanya Membidikkan laras senapan Lurus ke […]

Posted in Puisi Tagged angger jati wijaya, Puisi Leave a comment

Puisi: Noblesse Oblige – Rita Oetoro (l. 1943)

Posted on 4 April 20184 April 2018 by Editor

Rita Oetoro (l. 1943) Noblesse Oblige menara-menara gading serta atap kristal yang menaungi kita selama ini ternyata semu, sebelum kita hitung – jejak-jejak langkah di terasanya karena sedikit jumlah tahun […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Rita Oetoro Leave a comment

Puisi: Catatlah May Kwee – J.J. Kusni (l. 1940)

Posted on 4 April 2018 by Editor

J.J. Kusni (l. 1940) Catatlah May Kwee catatlah may kwee, catatlah bunga mei, sampaikan ke para ponakan katakan kepada anak-anak muda sangat kusayang yang kau tahu jangan malu mengaku kau […]

Posted in Puisi Tagged JJ Kusni, Puisi Leave a comment

Puisi: Tentu Saja – J.J. Kusni (l. 1940)

Posted on 4 April 20184 April 2018 by Editor

J.J. Kusni (l. 1940) Tentu Saja tentu saja ada yang tak mengenal kemiskinan sedang pahitnya kutelan sepanjang usia maka namaku salah satu dari nama duka tentu saja ada yang tak […]

Posted in Puisi Tagged JJ Kusni, Puisi Leave a comment

Puisi: Trucuk – J.J. Kusni (l. 1940)

Posted on 4 April 20184 April 2018 by Editor

J.J. Kusni (l. 1940) Trucuk 1. dari desa trucuk ini nampak puncak prambanan bagai jari menuding langit menunjuk jauhnya harapan pernah tiga tahun remaja dulu bersama penduduk aku jatuh-bangun mengejarnya […]

Posted in Puisi Tagged JJ Kusni, Puisi Leave a comment

Puisi: Sjair Boenga Tjempaka – Anonim (1891)

Posted on 3 April 2018 by Editor

Anonim (1891) Sjair Boenga Tjempaka Suwatu lagi bunga tjempaka; Rupanya bagus, bermega-mega Kuningnya amat bergelang-gelang Kalau terpandang jatohlah bimbang. Pada sangkaku bodoh yang hina, Patut pakeyan yang bijaksana Sebab rupanya […]

Posted in Puisi Tagged Anonim, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Alfiyan Harfi Amir Hamzah Andy Sri Wahyudi Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo Husain Landitjing J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan M. Balfas Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani