Agus Noor I Pada mulanya Hanya sabda, “Hai, Aku!” Tersamar gema Yang bergeletar Terdengar seperti “Kun!” Pada telinga Serupa telur Sunyi pecah, menjelma Ruh yang pertama Di bawah bulan Burung […]
Puisi: Stasiun Payakumbuh – Bambang Widiatmoko
Bambang Widiatmoko Stasiun pun kini telah mati Menghembuskan nafasnya – ketika rel Diangkat dari jalan panjang yang sunyi Jangan bicara tentang jasa Karena jelaga hitam sisa tungku Sudah tak ada […]
Puisi: Pohon Trembesi, Pagi Songgoriti – Suminto A Sayuti
Suminto A Sayuti – nita Pagi pohon trembesi. Melangkah cahaya Bersama rimbun daun-daun. Gemericik air Aroma hidup pun mengalir. Lalu kabut Sepanjang bukit. Sepanjang rindu yang bangkit. Maka aku pun […]
Puisi: Pada-Mu Jua – Amir Hamzah (1911-1946)
Amir Hamzah (1911-1946) Habis kikis Segala cintaku hilang terbang Pulang kembali aku padamu Seperti dahulu Kaulah kendi kemerlap Pelita jendela dimalam gelap Melambai pulang perlahan Sabar, setia, selalu Satu kasihku […]
Puisi: Dalam Kenangan – H.B. Jassin (1917-2000)
H.B. Jassin (1917-2000) Alam, apa bedanya di dalam kenangan Orang yang mati dan orang yang hidup Yang mati dan hidup keduanya Hidup dalam kenangan? Tinjaulaut, 21-2-’43 Sumber: H.B. Jassin, Kumpulan Cerpen […]
Esai: ISBN, Buku, dan Buah Apel
Oleh Maman S Mahayana International Standard Book Number (ISBN) atau Nomor Standar Buku Internasional adalah pengindentikasian yang khas untuk buku-buku yang digunakan secara komersial. Sistem ISBN diciptakan di Britania Raya […]
Puisi: Ada Anak Lelaki Berbaring di Tepi Kali – M Saribi Afn
M Saribi Afn Ada anak lelaki berbaring di tepi kali matanya menatap ke arah matahari tanpa mengejap dan rambutnya tercelup basah lumpur kali membasuh tak sudah-sudah Penduduk kampung merubung membuat […]
Puisi: Rangka – M. Yoesmanam
M. Yoesmanam adalah ini hari masih pagi bila suit kereta mula dan hati berhenti mimpi lalu aku bangun bangkit berdiri adalah nasib kucanda selama pada teratak persada yang hampir pergi […]
Puisi: Jejak Malam – Edy A Effendi
Edy A Effendi Jejak malam. Malam berjejak. Aku luruh dalam auman lukamu. Auman cinta yang tak bertepi, tak berperi. Cinta yang kau tanam di gang sempit itu, tumbuh subur jadi […]
