Adenin Sri Poestaka hamba maklumkan, Elok isinya, patut dipujikan, Ramai abonne memeringankan, Isinya ilmu sudah dipaparkan. Pandji Poestaka pula disertakan, Umur usianya Allah lanjutkan, Subur hidupnya langganan doakan, Tambah bertambah […]
Puisi: Rakyat – Hartojo Andangdjaja (1930-1990)
Hartojo Andangdjaja (1930-1990) Rakyat adalah kita jutaan tangan yang mengayun dalam kerja di bumi di tanah tercinta jutaan tangan mengayun bersama membuka hutan lalang jadi ladangladang berbunga mengepulkan asap dari […]
Puisi: Pemburu – Hartojo Andangdjaja (1930-1990)
Hartojo Andangdjaja (1930-1990) Seperti katamu kita pemburu menapak di perbukitan di bawah menggelombang kemilau hutan dengus kijang harum bau musang menusuk rangsang dan di jauhan burung-burung berkejaran kita berjalan dan […]
Puisi: Nasib Bangsakoe Perempoean di Atjeh (1928) – Chairoemi binti M. Hoesain
Chairoemi binti M. Hoesain 1. Lamalah sudah diangan-angan, Di dalam kalbu atau timbangan, Hendak menjelma ke “Pandji” jambangan, Inilah baru ada lapangan. 2. Adapun akan kedatangan beta, Dari Tjalang suatu […]
Puisi: Jagung Tumbuh di Hatimu – Ujianto Sadewa
Ujianto Sadewa Dengar sedepa pintu gerbong menendang-nendang kepalamu yang berlubang. Sama saja. Seperti jerit megapon yang meledak di tanganmu. Kabarnya, sebutir jagung yang kau tanam itu telah tumbuh setinggi anak […]
Puisi: Manuskrip Lelaki Penyuka Wortel – Al-Fian Dippahatang (l. 1994)
Al-Fian Dippahatang (l. 1994) Manuskrip Lelaki Penyuka Wortel Lelaki yang pernah membuatmu mabuk perasaan, kini jatuh bangun mengejarmu kembali. Lantaran engkau tak bisa mengelak, terlanjur mencintaiku yang jelas-jelas memiliki kelainan […]
Puisi: Berikhtiar Goena Kaoem – J. Mawelkere (1921)
J. Mawelkere 1. Ahwal bermula berjajak kalam Bagi pembaca kusampaikan salam Diberkati Tuhan semesta alam Ikhtiar kita boleh di kalam 2. Dalam berikhtiar selamatnya kaum Perkara sendiri harus malum Jangan […]
Puisi: Sjair Tioeng – Aboe Sjamar (1914)
Aboe Sjamar Adapun tiung sebangsa burung Di dalam sangkar ia terkurung Pandai bernyanyi sorak menggarung Bagai saudara duduk di warung Duduk di warung menghadap barang Tiap sebentar menyapa orang Memuji […]
Puisi: Pembrian Tahoe – B.K. (1910)
B.K. 1. Muhun ampun, beribu ampun, Kepada sekaliyan pembaca pantun, Pantun telaat berkunjung ke tuan Kerana ta’ saperti permulaan. 2. Mulai keluwar berhuruf Arab, Sebab perlu mencahri akrab, Tapi sekarang […]
