Gouw Peng Liang Miliq alam di antero banuwa, Rajin terutama dari samuwa, Bagai manusiya muda dan tuwa Rajin itu-itu termanfaatlah juwa. Akan sakaliyan kita manusiya, Baik hina atau muliya, Jakakalu […]
Puisi: Sjair Tiga Kali Doewa dan Satoe – Gouw Peng Liang (1891)
Gouw Peng Liang Angkau mempunyai duwa buwah mata; Tetapi mulutmu melainkan sabuwa; Agaqnya itu diberi nyata: Lebih berdiyam dari melihat samuwa. Angkau mempunya telingan duwa, Tetapi sabuwah mulut akan bicara; […]
Puisi: Moesin Derep – Moesin Meladjo – M.J. (1873)
M.J. 1. Musin motong sudah datang, Apa kita dengar itu? Padi di sawah sudah matang, Kita orang ramai pergi di situ. 2. Pada waktu siang hari, Tranglah cahyanya matahari, Dengar […]
Puisi: Tonggeret – Matdon
Matdon tonggeret masih nyaring terdengar di senja belukar kota. tiba-tiba hujan merebut makna dan geliknya ditikam angin, musim makin tak menentu di kotaku. matahari menggigil, kusam. oh jhon, romyan, deri […]
Puisi: Rubaiyat Februari – Jamal D Rahman
Jamal D. Rahman 1 langit cair tembaga pecah di kawah menganga tak habis-habis menguras magma : di tebing merah api ini, aku mendaki sendiri, jadi magma paling sunyi 2 padang-padang […]
Puisi: Penyair di Pojok Tikungan – Jamal D Rahman
Jamal D Rahman karena setiap bahasa memiliki tanda kurung dan garis miring, penyair selalu berdiri di pojok tikungan penuh bahaya itu. ia tak mampu lagi memahami gelora bahasamu saat kau […]
Puisi: Bulan Perak, Kapas, dan Cahaya – Hamdy Salad (l. 1963)
Hamdy Salad (l. 1963) Bulan Perak, Kapas, dan Cahaya Bulan perak, kapas, dan cahaya mendaki kelam di pundak sunyi mengucap salam ke dasar almanak sepanjang malam masih diberkahi Langit hitam […]
Puisi: Riwayat Dapur – Arco Transept
Arco Transept Kau takkan temukan pisau Dari sungging senyum yang diikat kerut mata semakin tua, semakin karisma berbundel helai sukma memutih tersimpan Kusutnya air mata bapak, susutnya payudara ibu. Barangkali […]
Puisi: Lay See, Singa Utara, dan Singa Selatan – Arco Transept
Arco Transept Di hadapan kalender, melewati tahun-tahun sunyi. Mulai terampas, melucuti luka. Jejak hilang, karam. Jadi hiasan museum gelap dan lembap. Aku adalah kemarahanmu Tenggelam dan terasing di tanah kelahiranku. […]
