• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi: Sajak yang Tidak Bermakna – Noorca Marendra (l. 1954)

Posted on 27 Maret 201827 Maret 2018 by Editor

Noorca Marendra (l. 1954) Sajak yang Tidak Bermakna Sebelum ada orang kecewa kepada saudara yang budiman baik saya jelaskan dahulu bahwa sajak ini memang tidak bermakna. Begini: ada sebaris kata-kata […]

Posted in Puisi Tagged Noorca Marendra, Puisi Leave a comment

Puisi: Potret Diri – Dedy Tri Riyadi (l. 1974)

Posted on 27 Maret 2018 by Editor

Dedy Tri Riyadi (l. 1974) Potret Diri Dia melukismu sebagai sesuatu yang tak bakal tua. Sebagai langit menyala. Sebagai tenung bagi teruna. Sebagai pohon dengan cabang sederhana. Sebagai rimbun dukana. […]

Posted in Puisi Tagged Dedy Tri Riyadi, Puisi Leave a comment

Puisi: Exquisite Corpse – Dedy Tri Riyadi (l. 1974)

Posted on 27 Maret 201827 Maret 2018 by Editor

Dedy Tri Riyadi (l. 1974) Exquisite Corpse Dia membagikan empat potong kain, dan kau mulai menuliskan puisi-puisi, berbeda satu sama lain; 1/ Bagimu, dirinya adalah peta Baginya, kau tubuh semata. […]

Posted in Puisi Tagged Dedy Tri Riyadi, Puisi Leave a comment

Puisi: Sajak Tentang Penguburan – Noorca Marendra (l. 1954)

Posted on 27 Maret 201827 Maret 2018 by Editor

Noorca Marendra (l. 1954) Sajak Tentang Penguburan Iringan pengantar jenazah itu telah lewat di jalan raya, di depan rumah sepuluh tahun yang lalu Ketika itu yang mati bernama A.D. seorang […]

Posted in Puisi Tagged Noorca Marendra, Puisi Leave a comment

Puisi: Tangis Belibis – Lan Fang (1970-2011)

Posted on 27 Maret 2018 by Editor

Lan Fang (1970-2011) Tangis Belibis (1) teduh, suara subuh. sepi, bunyi tubuh. gerimis mendenting hening dan Kau begitu bening. (2) kepada kesepiankah kita berpulang? Atau kita ingin kesepian itu datang? […]

Posted in Puisi Tagged Lan Fang, Puisi Leave a comment

Puisi: Monolog Nihilis – Agus Dermawan T (l. 1952)

Posted on 26 Maret 2018 by Editor

Agus Dermawan T (l. 1952) Monolog Nihilis luruhkan semua cahaya ke bumi jadikan neraka masukkan semua gatal ke hati jadikan siksa ketimbang kepergok lanjurkan ia jadi sekutumu dan gulati bagai […]

Posted in Puisi Tagged Agus Dermawan T, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Alfiyan Harfi Amir Hamzah Andy Sri Wahyudi Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo Husain Landitjing J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan M. Balfas Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani