Aoh K. Hadimadja (1911-1973)Aku, Sahaya untuk Effy Aku sahaya seruan katamenggulung penghidupan dalam kepalalampu-lampu melenggung samar-samargerincing lereng jauh-jauhhanya mata bertemu ujung sepatugelombang lambat-lambatAku sahaya seruan katabergulung hidup, pecah, bersambung […]
Puisi: Pecahan Ratna – Aoh K. Hadimadja (1911-1973)
Aoh K. Hadimadja (1911-1973) Pecahan Ratna 1 Pabila engkau sungai dan aku mentari, akan kupancarkan sinarku sekuat tenaga, agar engkau tertawa riang menyanyi suka. Tak ada lagilah hutan dan […]
Puisi: Kepada Penjaga Taman – A. Damhoeri (1915-1993)
A. Damhoeri (1915-1993)Kepada Penjaga Taman Bertanyalah beta sedikit cuma,Aduhan “penjaga” orang utama,Karena taman suahlah lama,tambahlah luasnya tempat bercengkrama. Jika taman bertambah luas,Dapatkah kami semangkin puas,Bertanam bunga, serai lengkuas,Duku, manggis, langsat, […]
Puisi: Harau – A. Damhoeri (1915-1993)
A. Damhoeri (1915-1993)Harau Tahukah tuan di mana Harau?Tempat air jatuh mendesau,Di Payakumbuh “kota tembakau”,Di tempat bujang banyak merisau. Perhatikanlah indah hutan rimbanya,Dilingkar jalan putih warnanya,Adalah ular konon layaknya,Hati yang gundah […]
Puisi: Mengapa Dibiarkan Daku Bercinta – A. Damhoeri (1915 – 1993)
A. Damhoeri (1915-1993)Mengapa Dibiarkan Daku Bercinta Mengapa dibiarkanPaku merata,Tunduk dibuluh,Melingkar betung. Mengapa dibiarkanDaku bercintaDuduk mengeluhmenyadar untung. Sumber: Panji Pustaka, 17 Februari 1933; dalam “Biografi A. Damhoeri dan Karyanya”, Pusat Pembinaan […]
Puisi: Di Pekuburan – A. Damhoeri (1915 – 1993)
A. Damhoeri (1915 – 1993)Di Pekuburan Sedang terik panas mata’ri,Silau gemilau Berilau-kilau,Aku sampai ke pemakaman sepi. Paw’na membelai lemah gemulai,Berisi berbisik, Kerisik mersik,Mendesir, mendesai, pimping menjelai. Dara jelita dua berteman.Datang […]
Puisi: Sekuntum Kembang di Balik Pagar – A. Damhoeri (1915-1993)
A. Damhoeri (1915-1993)Sekuntum Kembang di Balik Pagar Ingin daku hendak memetik,Kembang sekuntum di balik pagar;“Jangan dijemba!” Suara menghardik,“Ta’ betahkah engkau menahan sabar?” Pandaikah engkau menyimpa kembang,Tidakkah layu dalam jambangan?Aku undur […]
Puisi: Menit – Avianti Armand (l. 1969)
Avianti Armand (l. 1969)Menit Di kotak telepon, cahaya membiru seperti memar.Di dering ketiga, kita sama-sama tahu –huruf-huruf setebal kitab itu tak akan bersahabat.Cuma nama-nama yang tak kita kenal.Dan siklus yang […]
Puisi: Pendongeng Mataram – Sindu Putra (l. 1968)
Sindu Putra (l. 1968)Pendongeng Mataram matamu yang terpejam memiliki sihirtanganmu yang berani mempunyai kegaiban sejatidan dongeng yang kau tuturkanakan abadi sepanjang jaman maka kau kisahkan untukkubetapapun silam malam inijangan tinggalkan […]
