Susy Ayu (lahir 1972)Menjadi Genangan kamulah Tobagenangan air mata purbaduka yang membeku sebagai dinding kawah kau kutuk aku dengan cintamuberjaga sebagai mehnir di gerbang-gerbang hutasampai kau sudahi tujuh puluh tujug […]
Puisi: Sebuah Pengakuan – Fitri Yani (l. 1986)
Fitri Yani (l. 1986)Sebuah Pengakuan benar, bahwa aku yang lebih dulu menggodamu di bawah pohonitu. sebab kau musafir kelaparan yang hampir mati berperangmelawan cuaca. dadamu berlubang, aku bisa melihat lorong […]
Puisi: Tentang Makna yang Kucatat – Susy Ayu (l. 1972)
Susy Ayu (l. 1972)Tentang Makna yang Kucatat Aku pernah berada di luar sejarahketika hidupku tak dimaknai sejenis tanaman merambatke arah mentari sesekali berbunga dan senang bersamamu,di taman ini aku mampu […]
Puisi: Secangkir Lumpur – Susy Ayu (l. 1972)
Susy Ayu (l. 1972)Secangkir Lumpur beratus ratus kilometer pencarianku setelah gaungdi dada-dada yang berlubang tangismembusuk di tiang-tiang rumahmengganjal katupan mataku sebab lelah sia-sia berteriaksejak empat tahun lalu tak ada yg […]
Puisi: Seperti Makassar, Kini Kuterenggut oleh Bisumu – Susy Ayu (l. 1972)
Susy Ayu (l. 1972)Seperti Makassar, Kini Kuterenggut oleh Bisumu di muara Jeneberang ku menunggusebelum kangen mengutukkumenjadi batu batu Sombaopu yang kau susununtuk tak bercakap denganku apa yang kau saksikan, kekasih?ketika […]
Puisi: Shanghai – Lukman Nyoto (1925 – hilang 1965)
Lukman Nyoto (1925 – hilang 1965)Shanghai Di ShanghaiSrigala pernah kuasaDi ShanghaiManusia kini kuasa Shanghai rumahPetualangpetualang laknat?Shanghai rumahProletariat!Selamattinggal papan di taman HuangpuTaman ini taman TiongkokAnjingpun boleh masukCuma imprealis yang tidak! Troli […]
Puisi: Tahun Baru – Lukman Nyoto (1925 – hilang 1965)
Lukman Nyoto (1925 – hilang 1965)Tahun Baru Ninghua! Cingliu! Kweihua!Lorong sempit, hutan lebat, lumut licin! Kemana kita sekarang?Ke gunung Wu-i, langsung. Di sana, di gunung sana Angin akan mengigal menggapai […]
Puisi: Pertemuan di Paris – Lukman Nyoto (1925- hilang 1965)
Lukman Nyoto (1925- hilang 1965)Pertemuan di Paris Pagi di hotel “Crillon”(aku datang dari “Napoleon”)Bung Karno memeluk aku erat-erat;(sejumlah menteri di seputar kami melihat)Selamat jalan Bung Nyoto –Salamku kepada kawan-kawan kita […]
Puisi: Variasi Haiku – Lukman Nyoto (1925 – hilang 1965)
Lukman Nyoto (1925 – hilang 1965) Variasi Haiku kepada Yoko I.bunga di lapanganhati berdetakdua pejuang berpelukan II.Fuji dan Kenjialam untuk ditundukkanmanusia untuk dimenangkan III.Hujan di makambela benteng biar sendirimana […]
