• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi: Tuah Batu 5: Mirah Delima – T. S. Pinang (l. 1971)

Posted on 27 Juni 202127 Juni 2021 by Editor

T.S. Pinang (l. 1971)Tuah Batu 5: Mirah Delima kamilah merah tanah negeri nyiur berdaun matahari, fajarnya menyala semerah semangat terpahat di kristal delima. mirah rubi yang membakar hawa lapar dan […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, T.S. Pinang Leave a comment

Puisi: Berita Akhir Tahun – H. Amang Rahman Jubir (1931-2001)

Posted on 26 Juni 202126 Juni 2021 by Editor

H. Amang Rahman Jubir (1931-2001)Berita Akhir Tahun Di batu-batu yang terjalKujumpa muara ajalKalau kau datang,Datanglah lewat depan,Kuucapkan ‘Salam’Lalu aku akan terbaring 1991 Sumber: Sumber: Sajak Putih (Pustaka Adiba, Surabaya; Cet. […]

Posted in Puisi Tagged H. Amang Rahman Jubair, Puisi Leave a comment

Puisi: Sajak Putih – H. Amang Rahman Jubir (1931-2001)

Posted on 26 Juni 202126 Juni 2021 by Editor

H. Amang Rahman Jubir (1931-2001)Sajak Putih I Putih – putihkembang melati Putih – putihsetiap hati Bisakah esok pagiperang berhenti? II Ada orang menembangtentang kembang Ada orang berperangmelawan orang III Ia […]

Posted in Puisi Tagged H. Amang Rahman Jubair, Puisi Leave a comment

Puisi: Toraja – H. Amang Rahman Jubair (1931-2001)

Posted on 26 Juni 202126 Juni 2021 by Editor

H. Amang Rahman Jubair (1931-2001)Toraja IGua garbatempatku datang Gua Londajalanku pulang IIKucari keliling Torajatak kujumpa di mana Sa’dang bermuaraDi lereng-lereng bukit terjalkujumpa muara ajal IIIBerpuluh ekor kerbau belangberbaris di awang-awangsedang […]

Posted in Puisi Tagged H. Amang Rahman Jubair, Puisi Leave a comment

Puisi: Cukup Tiga Sloki – Zulkifli Songyanan (l. 1990)

Posted on 26 Juni 202126 Juni 2021 by Editor

Zulkifli Songyanan (l. 1990) Cukup Tiga Sloki Kami tempuh jalanan basah40 kilometer dari Moskwa. Lanskap tampak berat dan hitambawah langit Januari yang menekan. Di bulevar lengangtram dan trolleybus meluncur tenang. […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Zulkifli Songyanan Leave a comment

Puisi: Nyaris Lewat Tengah Malam – Zulkifli Songyanan (l. 1990)

Posted on 26 Juni 202126 Juni 2021 by Editor

Zulkifli Songyanan (l. 1990)Nyaris Lewat Tengah Malam 1/Nyaris lewat tengah malamkuhikmati nasibkudi bawah guyuran——-cahaya hujan. Usia baru lewat 27, syukur——-(atau seharusnya rugi)aku belum memasuki——-negeri orang mati. ——-Di luar diriada kudengar——-derum […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Zulkifli Songyanan Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Alfiyan Harfi Amir Hamzah Andy Sri Wahyudi Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo Husain Landitjing J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan M. Balfas Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani