Lukman Nyoto (1925 – hilang 1965)Variasi Cak Cak-cakcak-cak-cak-cakcak-cakcak-cak-cak-cakpenari petani menaridi Blahbatuh sinimata menari perut menarimenuntut merdeka dan nasicak-cakcak-cak-cak-caksatu bedilsatu cangkulcak-cakcak-cak-cak-cakimperialismekanan barufeodalismesi kepala batukita tinjusatu per satucak-cakcak-cak-cak-cakcak-cakcak-cak-cak-cak Blahbatuh, Maret 1962. Sumber: […]
Puisi: Ombak Pariaman – F.L. Risakotta
F.L. RisakottaOmbak Pariaman Di depanku laut lepas,hati ingin semua bebas. Di belakangku kota perkasa,di balik terali kawan-kawan terpenjara. Petani Pariaman ombak perkasa,Pulau Angsa hijau semesta;sampai kemanapun datang berita,petani mendukung revolusinya […]
Puisi: Dibawah Lampu – F.L. Risakotta
F.L. RisakottaDibawah Lampu Detik waktu tiba dalam dadaterasa tiada jua malam kan laluSampai jauhorang ramai di tepi sungailentera membulan di air-airsang tadi, kerja manusia bahagiamalam ini, cinta manusia terasa Sumber: […]
Puisi: Terdampar – F.L. Risakotta
F.L. RisakottaTerdampar I. di Peking aku berkaca, wajah seorang manusianyata membayang kemenangan kulintasi Huang Ho dan Yang Tsewajah tambah seribu kejayaan dan harapan di Kunning cinta terpisah di batas nyataterasa […]
Puisi: Datang – F.L. Risakotta
F.L. RisakottaDatang kalau aku membuka mata sekali ini, tahunku telah pergibumi jadi lain rupakami pejalan panjang yang menemukan hati di tiap jalantapi mengapa di balik kebanggaan, dunia masih tersusuk di […]
Puisi: Isolasi – S.K. Muljadi
SK. MuljadiIsolasi Kawan,Tak mungkin hidupmudikantjah ini massadan pergolakan dunia —hendak mengasingkan diri:kaubatas garis isolasipada kehendak hatidan kepuasan diri. Ini pergolakan sendiriadalah dunia danmassa seluruhperseorangan – terutamalagi manusia jangabnormal – tak […]
Puisi: Djiwa Revolusi – SK. Muljadi
SK. MuljadiDjiwa Revolusi Katakan api takkan padamkatakan lilin takkan djatuh— namun sekali akanbertiup angin ribut……… membunuh nyala……… merubuhkan batang. Revolusi!! Hanja baradan akar Revolusidalam dada tiap Bangsakupenuh sanggup merdekasegala anginsegala […]
Puisi: Ode Kepada Musso – Sitti Antifa
Sitti AntifaOde kepada Musso Ketika Revoloesi merana kena anemi, koejoe, dan sangsi mengisi hati penimbang2 disimpang djalan,datanglah kau membawa “Djalan Baroe”, darah baroe jang kaupompakan kedjantoeng, hingga kembali mendeboer degap-degoepan […]
Puisi: Tukang Arang – F.L. Risakotta
F.L. RisakottaTukang Arang kau lalu depanku, pardoberbaju keringat dan hitam kemocenglangkahmu gontai dihimpit bebannasib memberat tanpa pengasihan kau tetap berjalan pardowalau matahari keras menggigithimpitan hidup ikuti kau seperti bayangankau dan […]
