Hijaz Yamani (1933-2001) Pulang datangnya di malam yang berkaca pada bulanhatinya lama merindukan cita di daratan jauhsewaktu tidak bisa pulang dan merajai hatilarutlah di penjelajahan kota dan malam yang dipantulkan […]
Puisi: Suatu Kehadiran – Hijaz Yamani (1933-2001)
Hijaz Yamani (1933-2001) Suatu Kehadiran – Kepada Arthum Artha Mula-mula kita masih cari yang belum jumpaSampai pada malam-malam larut memendam rasa mimpiSekali terwujud guratan-guratan di satu daerahYang jajarnya membatas samar-samar […]
Puisi: Di Sebuah Tanjung – Hijaz Yamani (1933-2001)
Hijaz Yamani (1933-2001) Di Sebuah Tanjung sebuah tanjung – dataran pasir putih-putihujungnya keris ombak yang mendidihmatahari senja terkacakerdip mercu yang menyala angin dan dataran berciuman, sayangmenggigir nafas lelaki tua sepi […]
Puisi: Lanskap Sungai – Hijaz Yamani (1933-2001)
Hijaz Yamani (1933-2001) Lanskap Sungai– (bagi hari jadi kotaku ke-457) 1Kususuri lagi sekarangalur sungaimu sungaiku coklat susu(Kata kau kehidupan mulai di sini)mengapa beragamdan bertumpubergulat selalu 2Beginikah wajah alamwajah siangwajah malampinggir […]
Puisi: Perjanjian Baru – Hijaz Yamani (1933-2001)
Hijaz Yamani (1933-2001)Perjanjian Baru membuka jendela malammenatap langit menyingkap rahasiakota-kota yang rusuh di tanah airku membuka jendela, danmenatap langit sepanjang malamadalah kelelapan impian asasipelarian dari perjanjian yang tak pernah ditepati,kata […]
Puisi: Dua Percakapan – Ready Susanto (l. 1967)
Ready Susanto (l. 1967)Dua Percakapan : M. Aan Mansyur /1. hujan/ jika ingin kenalnama lain dari hujan(apalagi nama aslinya)jangan kau tanya penyair tua(apalagi yang muda dan manja) pahami saja Bundayang […]
Sapardi: Apakah Saya Harus Mengatakannya dengan Cara yang Telah Basi
Oleh Hasan Aspahani SURAT itu dikirim di awal tahun baru 1964, dari Pengok DKA Blok E-16, sebuah alamat di Yogyakarta ke sebuah alamat lain yaitu redaksi sebuah majalah di […]
Puisi: lelaki, perempuan, sungai, dan jembatan yang runtuh – Malkan Junaidi
Malkan Junaidilelaki, perempuan, sungai, dan jembatan yang runtuh kau mengecup keningku. beberapa kali. hangat dan lembut. “lelakiku. ah, lelakiku,” bisikmu. aku tersenyum. menatap bayanganku yang menyala redup di kedua matamu. […]
Pablo Neruda, Nobel Sastra, dan 40 Buku Karyanya
Oleh Hasan Aspahani NEFTALI Eliezer Ricardo Reyes Basoalto. Siapa itu? Dia orang Cile. Iya siapa? Pemain bola? Bukan, penyair. Penyair? Ya, tapi dia jauh lebih populer dengan nama samaran yang […]
