Yamin, Puisi, Tradisi, dan Modern Oleh Hasan Aspahani SONETA di Italia lahir pada abad ke-12. Di Belanda kelompok Tachtiger atau angkatan ’80, menggemari bentuk itu, pada tahun 1880-an. Muhammad Yamin, […]
Esai: Tentang Kewibawaan Kritik
Oleh Goenawan Mohamad Ada sesuatu yang tak memuaskan, kurang lebih. Pemikiran dan pembicaraan tentang kritik sastra Indonesia belakangan ini mengulangi lagi sebuah perasaan lama: perasaan tak puas, yang umumnya […]
Ganzheit: Tentang Kritik Sastra (Sebuah Pendirian)
Arief Budiman dan Goenawan Mohamad I “Kritik kesusastraan,” kata H.B. Jassin (1959: 44) “ialah pertimbangan baik atau buruk sesuatu hasil kesusastraan.” Kata-kata ini sudah diucapkan beberapa tahun yang lalu, dan […]
Esai: Kritikus (M.S. Hutagalung) Versus Penyair (Ajip Rosidi) – 1
Kritikus (M.S. Hutagalung) Versus Penyair (Ajip Rosidi) (1) Oleh Hasan Aspahani KRITIKUS, akademisi, dosen sastra, pelopor kritik sastra Rawamangunan MS Hutagalung menulis kritik atas buku puisi Ajip Rosidi “Ular dan […]
Percakapan – Ajip Rosidi (l. 1938)
Ajip Rosidi (l. 1938)Percakapan Akankah ini suatu permainanSedang wajah jadi layu, ayip Malam terlalu tebal di matamuHidup menjanjikan tantangan kepadaku Dekapkan wajahmu ke wajahkuBiar malam tebal menebal bergelayutanDi dinding trem […]
Puisi: Tanahair – Ajip Rosidi (l. 1938)
Ajip Rosidi (l. 1938)Tanahair Adalah hijau pegununganAdalah biru lautanAda hijauAda biruLangit dan hatiku Adalah aku pucuk tatapanAda pucukAda tatapanAda pucuk senapanMengarah ke dadaku Hijau pegunungan biru lautanBukannya harapan adalah ketakutanHijau […]
Puisi: Kambing yang Berdiri di Rel Kereta – Innezdhe Ayang Marhaeni
Innezdhe Ayang MarhaeniKambing yang Berdiri di Rel Kereta Pergi kemanakah orang-orang yang telah mati?Menjadi mendungkah sehingga pemakaman orang-orang baik basah oleh tanah?Atau menjadi derak-derak penghubung gerbong yang dari ambangnya kita […]
Di Perantara – Innezdhe Ayang Marhaeni
Innezdhe Ayang MarhaeniDi Perantara Di jendela yang merangkap kaca itu, mataku terkuburTidak dalam, hanya seperlunyaSebab aku tak lihat matahari dan angin-angin yang memakannya Tapi aku tahu cerita langit yang pulang […]
Puisi: Pulau Jawa dan Masa Depannya – Innezdhe Ayang Marhaeni
Innezdhe Ayang Marhaeni Pulau Jawa dan Masa Depannya Kelak esok hari, seperti wajah lelaki yang matang di usia dini Di pulau ini akan ada cambang-cambang halus yang darinya menegak kala […]
