• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi: Jisim – Harijadi S. Hartowardojo (1930-1984)

Posted on 9 Mei 20219 Mei 2021 by Editor

Harijadi S. Hartowardojo (1930-1984)Jisim Telah bermusim kudukung namamuTerpahat di batu warna anggur. KikisanAngin memperdalam hurufnyaDi bawah kemuning sekali kita bersuaKita pahatkan tanda pada kurun waktuBintang berguguranDan langit gelap jadi hitam […]

Posted in Puisi Tagged harijadi s. hartowardojo, Puisi Leave a comment

Puisi: Sebuah Benteng – Harijadi S. Hartowardojo (1930-1984)

Posted on 9 Mei 20219 Mei 2021 by Editor

Harijadi S. Hartowardojo (1930-1984)Sebuah Benteng Sebuah benteng telah tertimbun bukit pasirSedang di langit malam kelelawar terbang kehilangan sarangAnjing melolong meratapi bintangGubug Penceng tenang menyilang Kutarik garismemotong kakilangit di dekat fajarMengombak […]

Posted in Puisi Tagged harijadi s. hartowardojo, Puisi Leave a comment

Puisi: Prambanan – Harijadi S. Hartowardojo (1930-1984)

Posted on 9 Mei 20219 Mei 2021 by Editor

Harijadi S. Hartowardojo (1930-1984)Prambanan Di atas segala batu membeku nafaskuDi sini telah bertemu roh dan debuGelisah gerutu menjadi satu Naga melingkar di kakikuJari telunjuk menunjuk langitKetapang menekur diam membisuDia di […]

Posted in Puisi Tagged harijadi s. hartowardojo, Puisi Leave a comment

Puisi: Lakon Tiga Babak – Fridolin Ukur (1930-2003)

Posted on 9 Mei 20219 Mei 2021 by Editor

Fridolin Ukur (1930-2003)Lakon Tiga Babak Malam pahit; sendiriKetakutan mencekik aku;Garang kutentang aku sendiriIngin lari dari ini cengkeramanMangsa di kejauhan hampa. Tersembunyi di panas tubuhKuhidupi dosa dengan napas sendiriBangun dan jagaDi […]

Posted in Puisi Tagged Fridolin Ukur, Puisi Leave a comment

Puisi: Gua – Intoyo (1912-1971)

Posted on 3 Mei 20213 Mei 2021 by Editor

Intoyo (1912-1971) Gua Aku masuk ke dalam gua,Kelam, penaka di tengah malam,Tanahnya basah, setengah terendam,Sepi, tiada gerak suara… Gua laksana di luar alam:Sarang kematian nan baka.Di luar gua: hidup nan […]

Posted in Puisi Tagged intoyo, Puisi Leave a comment

Puisi: Kemegahan Kita di Zaman Bahari – Intoyo (1912-1971)

Posted on 3 Mei 20213 Mei 2021 by Editor

Intoyo (1912-1971)Kemegahan Kita di Zaman Bahari Teringat tatkala melihat tonil Airlangga di Kongres Indonesia Raya Sunyi senyap;Gaduh lenyap,Perasaan kita balik kembali,Kalau terkenang zaman bahari. O, Dewi,Ibu Pertiwi,Bilakah putramu bersatu hati,Hidup […]

Posted in Puisi Tagged intoyo, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Alfiyan Harfi Amir Hamzah Andy Sri Wahyudi Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo Husain Landitjing J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan M. Balfas Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani