Iwan Fridolin (l. 1945) Dalam Kaca Duka pun Putih Dalam kaca duka pun putih Mainan warna-warna. Seribu sajak Yang kita tulis dulu Satu hari sebelum turun gerimis Dan kemudian kita […]
Puisi: Warna-Warna – Iwan Fridolin (l. 1945)
Iwan Fridolin (l. 1945) Warna-Warna Di kolong jembatan perempuan dan bulan dan Tuhan Sepanjang jalanan debu dan setan dan penjaga koran Dalam biara dupa dan sorga dan genta tua Di […]
Puisi: Di Setasiun – Iwan Fridolin (l. 1945)
Iwan Fridolin (l. 1945) Di Setasiun Di setasiun manakah kereta akan berhenti? Siang tadi di bangku peron, kita masih duduk bersama. Mengobrol tentang cuaca, dan tentang hari-hari yang akan tiba, […]
Puisi: Pukul Berapa – Iwan Fridolon (l. 1946)
Iwan Fridolon Pukul Berapa Pukul berap aku lupa, Ada iringan lewat (Kelihatan dari jendela) Aku menjenguk: Siapa? Angin dan debu tiba-tiba menyerbu jendela. Kupejamkan mata. Selayaknya tak mengatakan apa-apa. Sumber: […]
Esai: Tradisi Berproses – Doddi Ahmad Fauji
Oleh Doddi Ahmad Fauji HAL terbaik dari bacaan bernama koran, adalah menyediakan ruang untuk seseorang berproses dalam mengasah kreativitas intelektualnya, agar terus meningkat dari waktu ke waktu. Koran menyediakan ruang […]
Esai: Budi Darma tentang Penyair yang Benar-benar Penyair
Budi Darma tentang Penyair yang Benar-benar PenyairOleh Hasan Aspahani SEBUAH diskusi digelar di Surabaya, pada 11 Juli 1972. Budi Darma membentang makalah dalam diskusi Apresiasi Sastra Dewan Kesenian Surabaya itu. […]
Puisi: Kapling – Isma Sawitri (l. 1940)
Isma Sawitri (1940) Kapling Kita tersuruk terpuruk tengah malam lama sudah ditinggalkan hari ini memang terkutuk mereka gusur tanah garapan Masa kini adalah hari depan yang musti diperkelahikan tapi lengan-lenganmu […]
Puisi: Almamater – Taufiq Ismail (l. 1935)
Taufiq Ismail (l. 1935) Almamater Di depan gerbangmu tua pada hari ini Kami menyilangkan tangan ke dada kiri Tegak tengadah menatap bangunanmu Genteng hitam dan dinding kusam. Berlumut waktu Untuk […]
Puisi: Luka di Mana-mana – Kriapur (1959-1987)
Kriapur (1959-1987) Luka di Mana-mana luka di mana-mana di sosok langit di cadar waktu di rumput-rumput kabut rumah yang menunggu dan lenyap pada jam larut membekaskan beban di pohon-pohon hidup […]
