Ari Pahala Hutabarat (l. 1975) Fitnah Kekasih Katamu—namaku adalah lambat langkah jam yang mengetuk-ngetuk gerbang kota saat Sang Kekasih datang dan mengalirkan air surga dari ujung jari-jarinya namun lambat langkah […]
Anekdot: Ada BH di Tas Kang Alwy
Oleh Doddi Ahmad Fauji ALMARHUM Ahmad Syubbanuddin Alwy bukan hanya penyair, tapi juga kiyai. Ia hapal sekian hadits, maka karena itu, bersahabat erat dengan penyair Acep Zamzam Noor yang juga […]
Puisi: Kalau Ada Kisah yang Lebih Baik Saat Ini – Slamet Sukirnanto (1941-2014)
Slamet Sukirnanto Kalau Ada Kisah yang Lebih Baik Saat Ini Kalau ada kisah yang lebih baik saat ini Katakanlah, katakanlah untuk kami Hidup yang lebih berani, menghukum tirani Katakanlah, katakanlah […]
Puisi: Kedirian – A Mundjahit
A Mundjahit Kedirian selalu kucari ia, di sini bertumpuk kertas mulai busuk oleh tetes-tetes darah Kapan berjumpa? Dahagaku rindu sekali dan ragu malam-malam yang biasa kejelujuri sesuntak kenapa didekap bayangan […]
Puisi: Damai – Daelan Muhammad (l. 1942)
Daelan Muhammad (l. 1942) Damai bersyukurlah, ayah, bersyukurlah karena sapi yang kau piara telah beranak kambing telah bunting ayam menetas telur bersyukurlah, ayah, bersyukurlah karena mangga yang terkenal manis telah […]
Anekdot: Presiden SBY dan Presiden Penyair
Oleh Doddi Ahmad Fauji SAYA termasuk hobi ngoceh, dan karena itulah sepertinya, alasan panitia menunjuk saya jadi MC, saat Koran Jurnas berulang tahun, salah satunya membuat panggung Mimbar Penyair. Acara […]
Puisi: Tangerang – Sjahril Latif (1940-1998)
Sjahril Latif (1940-1998) Tangerang Persis seperti yang selalu kubayangkan dalam angan-angan karena begitulah kuterima waktu pertama kali diceritakan: Rumah itu bercat putih, sebuah rumah tua yang besar, masih tampak bekas […]
Puisi: Gang Haji Abdul Jalil 39: Kita Berpisah – Sjahril Latif (1940-1998)
Sjahril Latif (1940-1998) Gang Haji Abdul Jalil 39: Kita Berpisah Rumah-rumah petak di gang sempit desak mendesak dalam pengap Jakarta Kini Oktober, mestinya musim hujan telah tiba Tapi panas masih […]
Puisi: Pagi Pecah – Iwan Fridolin (l. 1945)
Iwan Fridolin (l. 1945) Pagi Pecah Pagi pecah dalam bunyi-bunyi Terasa dingin di pipi. Kuusap hati-hati Hidup seperti mimpi Butiran embun ditikam matahari. Telukbetung, 1969 Sumber: Horison, No.2, Th.XI, Februari […]
