Rusli A. Malem (l. 1942)Bianglala Gerimis dan mentariSaling berbagi dukaMendung dan langitTerkulai dalam warna Dedaunan dan rintik airMengisahkan kembali dongeng-dongeng masa kecilTentang seribu hantuYang menguras sebuah kolamMemahami ikan baduDengan taring-taringnya […]
Esai: Ketidaklangsungan, Isi yang Mencari Bentuk
Kenapa Kita Menulis Puisi (7) Ketidaklangsungan, Isi yang Mencari Bentuk Oleh Hasan Aspahani PUISI adalah retorika. Adalah ungkapan diplomatis. Cara ucap yang bisa dipilih di antara berbagai cara lain. Isi […]
Esai: Harga dan Gengsi Bahasa Melayu
Kenapa Kita Menulis Puisi? (6) Harga dan Gengsi Bahasa Melayu Oleh Hasan Aspahani NAMANYA Jan Huijghen van Linschoten (1563 – 1611). Ia seorang saudagar, pedagang dan hisrorian. Pada masanya gabungan […]
Puisi: Kalimat Lapar Bahasa Rempah -Ng. Lilis Suryani (l. 1996)
Ng. Lilis Suryani (l. 1996)Kalimat Lapar Bahasa Rempah IDi balik rak yang gelap iniPiring dan gelas mematung menanti isiTungku redup malu-maluApi tak cukup menyala dari dada Ah, singkong yang tegaTak […]
Puisi: Merangkum Tubuh – Ng. Lilis Suryani (l. 1996)
Ng. Lilis Suryani (l. 1996)Merangkum Tubuh Ia jejalkan sekoper ingatan yang rontok Getah puisi diperasnya dari kedua puting payudara Ia menuduhku diam-diam sembunyikan kata-katadalam rimba hutan yang mudah luruh Kau […]
Puisi: Stasiun -Ng. Lilis Suryani (l. 1996)
Ng. Lilis Suryani (l. 1996)Stasiun Senyap Stasiun Tugu dan LempuyanganMembingkai keberangkatan dan lamunan portirJadi rangkaian kedatangan yang nyaris lapukLoket tertutup rapat sementara nomor identitasTerus kutatap dan kusebut hingga beterbanganLebih dulu […]
