Sunlie Thomas Alexander (l. 1977)Duke Island* : para penambang singkek dari mana hendaknya ke mana dari thong san kami ke bangka di atas kapal nasib kami dijejal-jejalserupa anak babi […]
Puisi: Lendir Bekicot -Sunlie Thomas Alexander (l. 1977)
Sunlie Thomas Alexander (l. 1977)Lendir Bekicot kata ayah: bekicot di kampung kamidibawa oleh jepang, lendirnya anyir sepanjang jalan dan di bawah terik mataharilayulah kembang-kembang setaman hingga suatu masa– ah, bukan […]
Puisi: Silsilah Ruko Tua -Sunlie Thomas Alexander (l. 1977)
Sunlie Thomas AlexanderSilsilah Ruko Tua ini ruko, dari luar segala nampak: sukacitamendiang buyut menjelma mesin jahit tuan,sisa keluletannya menyaru sebagai pakaiandi hanger dan rak-rak panjang, melambailahuntung-rugi niagaseumpama kain-kain pajangan “jika […]
Puisi: Jalan Setapak – Iswadi Pratama (l. 1971)
Iswadi Pratama (l. 1971)Jalan Setapak engkau jalan setapak di pinggiran tanjungkarangmeliuk di pinggang bukit, lempang di landai pantairumpang-lesuh di kampung kumuh di minggu pagi,orang-orang, sebagian kecil orang di kota inimerayakan […]
Puisi: Kebun Istana – Ali Ibnu Anwar (l. 1996)
Ali Ibnu Anwar (l. 1996)kebun istana lihat kebunku. kehilangan bunga. ada yang punah dan ada yang lucut. setiap zaman, kucari cahaya. yang punah kelesah arah. yang lucut merajut maksud. Sumber: […]
Puisi: stasiun kota -Ali Ibnu Anwar (l. 1986)
Ali Ibnu Anwar (l. 1986)stasiun kota dekat stasiun kota. lewat jam lima pagi. tubuhku menjadi arsip yang genting. menuju matahari, tanpa embun pagi. aku simpan lembab hujan di saku celana. […]
