Na Lesmana (1992) Kepada Mojang aku mencintaimu, tapi kota ini tak akan kekal di ingatanku: kau pun akan ditelan toko-toko, lelucon tentang orang-orang sial kabut hitam yang tak mengabarkan apa-apa […]
Author: Editor
Puisi: Dalam Diam – Na Lesmana (l. 1992)
Na Lesmana (l. 1992) Dalam Diam kurahasiakan retak diriku dari nyalang matamu. seperti bocah kumaki penderitaan dengan tertawa. gula-gula berjatuhan ke lidahmu setiap kali aku berucap. ingin sebenarnya kukirim perasan […]
Puisi: Kembang Heruni – Sengat Ibrahim (l. 1997)
Sengat Ibrahim (l. 1997) Kembang Heruni barangkali kau sudah tak mengenal pergi sehingga begitu perkasa lari dari puisi. pada awalnya sebuah andai di depan kedai berkeramik putih pasai ada seorang […]
Puisi: Kita Adalah Jarak – Sabiq Carebesth (l. 1985)
Sabiq Carebesth (l. 1985) Kita Adalah Jarak Mataku terbenam di lautan Dalam malam yang membosankan Aku ingin menari aku ingin menunggang kuda Betapa omong kosong telah begitu lama Betapa larut […]
Puisi: Penyair dan Kudanya – Sabiq Carebesth (l. 1985)
Sabiq Carebesth (l. 1985) Penyair dan Kudanya Terdengar seperti suara genderang Siapa akan berperang dengan kesunyian? Aku melihat seekor kuda Melompat dari dalam segelas kopi Kuda dengan mata tampak beku […]
Puisi: Sejak Semula – Mahdi Idris (l. 1979)
Mahdi Idris (l. 1979) Sejak Semula Sejak semula semua menerka batu-batu diperam asin laut. Seperti rentetan waktu yang mengeja bisu hingga batu-batu mendulang mimpi di sungai. Namun tak disangka batu-batu […]
Puisi: Perihal Mimpi – Mahdi Idris (l. 1979)
Mahdi Idris (l. 1979) Perihal Mimpi Mimpi pertama yang muncul pada usia menjelang remaja; beberapa buah manggis berjatuhan dari pohonnya dikutuk angin pagi. Lalu satu-persatu mimpiku bermunculan bagai telur-telur biawak […]
Puisi: Puzzle Game; Brot! – Halim Bahriz (l. 1989)
Halim Bahriz (l. 1989) Puisi: Puzzle Game; Brot! 1/ Alat itu tidak becus memastikan beban kesunyian yang berlemak, atau mengukur jauh-tebal lamunan, dalam kandungan sebatang kelamin yang nyempil di bawah […]
Puisi: Surat dari Kopi – Dalasari Pera (l. 1980)
Dalasari Pera (l. 1980) Surat dari Kopi di hadapanku siapa pun menjadi penurut menampung diam meski saling berhadapan gelas ketiga telah lama tandas sepasang kekasih berbahagia menyisakan kekosongan gelas kedua […]
