• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Author: Editor

Puisi: Kepada Mojang – Na Lesmana (1992)

Posted on 8 November 20188 November 2018 by Editor

Na Lesmana (1992) Kepada Mojang aku mencintaimu, tapi kota ini tak akan kekal di ingatanku: kau pun akan ditelan toko-toko, lelucon tentang orang-orang sial kabut hitam yang tak mengabarkan apa-apa […]

Posted in Puisi Tagged Na Lesmana, Puisi Leave a comment

Puisi: Dalam Diam – Na Lesmana (l. 1992)

Posted on 8 November 20188 November 2018 by Editor

Na Lesmana (l. 1992) Dalam Diam kurahasiakan retak diriku dari nyalang matamu. seperti bocah kumaki penderitaan dengan tertawa. gula-gula berjatuhan ke lidahmu setiap kali aku berucap. ingin sebenarnya kukirim perasan […]

Posted in Puisi Tagged Na Lesmana, Puisi Leave a comment

Puisi: Kembang Heruni – Sengat Ibrahim (l. 1997)

Posted on 7 November 20187 November 2018 by Editor

Sengat Ibrahim (l. 1997) Kembang Heruni barangkali kau sudah tak mengenal pergi sehingga begitu perkasa lari dari puisi. pada awalnya sebuah andai di depan kedai berkeramik putih pasai ada seorang […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Sengat Ibrahim Leave a comment

Puisi: Kita Adalah Jarak – Sabiq Carebesth (l. 1985)

Posted on 7 November 20187 November 2018 by Editor

Sabiq Carebesth (l. 1985) Kita Adalah Jarak Mataku terbenam di lautan Dalam malam yang membosankan Aku ingin menari aku ingin menunggang kuda Betapa omong kosong telah begitu lama Betapa larut […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Sabiq Carebesth Leave a comment

Puisi: Penyair dan Kudanya – Sabiq Carebesth (l. 1985)

Posted on 7 November 20187 November 2018 by Editor

Sabiq Carebesth (l. 1985) Penyair dan Kudanya Terdengar seperti suara genderang Siapa akan berperang dengan kesunyian? Aku melihat seekor kuda Melompat dari dalam segelas kopi Kuda dengan mata tampak beku […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Sabiq Carebesth Leave a comment

Puisi: Sejak Semula – Mahdi Idris (l. 1979)

Posted on 27 Oktober 201827 Oktober 2018 by Editor

Mahdi Idris (l. 1979) Sejak Semula Sejak semula semua menerka batu-batu diperam asin laut. Seperti rentetan waktu yang mengeja bisu hingga batu-batu mendulang mimpi di sungai. Namun tak disangka batu-batu […]

Posted in Puisi Tagged Mahdi Idris, Puisi Leave a comment

Puisi: Perihal Mimpi – Mahdi Idris (l. 1979)

Posted on 23 Oktober 201827 Oktober 2018 by Editor

Mahdi Idris (l. 1979) Perihal Mimpi Mimpi pertama yang muncul pada usia menjelang remaja; beberapa buah manggis berjatuhan dari pohonnya dikutuk angin pagi. Lalu satu-persatu mimpiku bermunculan bagai telur-telur biawak […]

Posted in Puisi Tagged Puisi Leave a comment

Puisi: Puzzle Game; Brot! – Halim Bahriz (l. 1989)

Posted on 22 Oktober 201822 Oktober 2018 by Editor

Halim Bahriz (l. 1989) Puisi: Puzzle Game; Brot! 1/ Alat itu tidak becus memastikan beban kesunyian yang berlemak, atau mengukur jauh-tebal lamunan, dalam kandungan sebatang kelamin yang nyempil di bawah […]

Posted in Puisi Tagged Halim Bahriz, Puisi Leave a comment

Puisi: Surat dari Kopi – Dalasari Pera (l. 1980)

Posted on 22 Oktober 201822 Oktober 2018 by Editor

Dalasari Pera (l. 1980) Surat dari Kopi di hadapanku siapa pun menjadi penurut menampung diam meski saling berhadapan gelas ketiga telah lama tandas sepasang kekasih berbahagia menyisakan kekosongan gelas kedua […]

Posted in Puisi Tagged Dalasari Pera, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani