Abu Wafa (l. 1990) Cara Menghitung Anak rahasia adalah santapan paling nikmat dengan bumbu-bumbu masa depan dan keingintahuan yang menggebu aku menawarkan, kau mengiyakan, menyerahkan tanganmu untuk kuramal berapa anakmu […]
Author: Editor
Puisi: Hidup-Mati Dua Lelaki – Herry Gendut Janarto (l. 1958)
Herry Gendut Janarto (l. 1958) Sketsa Hidup-Mati Dua Lelaki Lelaki sekilas laiknya pejabat teras itu gusar tak keruan di depan petugas informasi bandara Metropolitan. Kalap semprot sana semprot sini dalam […]
Puisi: Sisa-sisa Segalanya – Irwan Bajang (l. 1987)
Irwan Bajang (l. 1987) Sisa-sisa Segalanya “siapa yang berhak mewakili suaraku, jika kalian pergi dan aku kehilangan kata-kata untuk mencegahnya?” siapa yang berhak mewakili semua kehilanganku jika tak pernah ada […]
Puisi: Migrasi dari Bibir ke Puisi – Gracia Asri
Gracia Asri Migrasi dari Bibir ke Puisi Berapa kardus yang kamu perlukan untuk mengemas dua belas tahun asap dan lima cangkir kopimu setiap hari? Aku mencarikan tali, perekat plastik hitam […]
Puisi: Requiem – Gracia Asri
Gracia Asri Requiem mereka sudah berangkat dari tubuh dan dua puluh empat kerbau ikut mengantar aku yang masih pada tubuh ingin ikut merasa, merasa melambaikan tangan. lalu rumah-rumah bertanda tanduk […]
Puisi: Kolam Ikan – Gracia Asri
Gracia Asri Kolam Ikan telanjang menghadap alam senja tidak selalu berwarna jeruk langitkah yang berkaca pada telaga atau telaga yang memeluk awan rasa sepoi dingin menumbuhkan hati sampai bersinar seperti […]
Puisi: Kepulangan Kelima – Irwan Bajang (l. 1987)
Irwan Bajang (l. 1987) Kepulangan Kelima 1 Melewati depan rumahmu, lampu desa yang remang mengejekku halimun turun perlahan menjadi selimut sepi yang menakutkan membawa lari rinduku pada perjumpaan Seperti jalan […]
Puisi: Mimpi-mimpi Sakit Panas – Nersalya Renata (l. 1981)
Nersalya Renata (l. 1981) Mimpi-mimpi Sakit Panas 1sebuah lingkaran api. seekor harimau besardi sisi kanan. memandangku. harimau itu mundur.mengambil ancang-ancang. lalu melompaticincin api di atasku. dalam slow motionaku mengamati bagaimana […]
Puisi: Khayalan untuk Nenekku – Nersalya Renata (l. 1981)
Nersalya Renata (l. 1981) Khayalan untuk Nenekku 1 selembar uang plastik : cukup untuk membayar tagihan telepon. listrik, dan belanja-belanji 30 tahun kedepan. 2 robot untuk membersihkan rumah, halaman, memasak, […]
