• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Author: Editor

Puisi: Lima Gambar di Langit-langit Kamar – Nersalya Renata (l. 1981)

Posted on 16 Agustus 201816 Agustus 2018 by Editor

Nersalya Renata (l. 1981)Lima Gambar di Langit-langit Kamar Gambar 1 seorang lelaki dengan hati yang berisi 3 kuntum bunga: mawar putih, anggrek bulan ungu, dan krisan kuning Gambar 2 ibu […]

Posted in Puisi Tagged Nersalya Renata, Puisi Leave a comment

Puisi: Lingkaran di Bawah Pohon Pertemuan – Dedisyah (l. 1977)

Posted on 15 Agustus 201815 Agustus 2018 by Editor

Dedisyah (l. 1977) Lingkaran di Bawah Pohon Pertemuan Zappa. Zappa. Di bawah naungan pohon pertemuan, duduk bersama di lingkaran Menghayati napas dan tulang punggung. Menyadari diri sendiri, menyapa diri sendiri, […]

Posted in Puisi Tagged Dedisyah, Puisi Leave a comment

Puisi: Gambir – Mega A Noviandari

Posted on 15 Agustus 2018 by Editor

Mega A Noviandari Gambir duduk denganmu dekat peronmenunggu waktu yang irimembawaku pergiseperti seorang kepala stasiuntelah kuhadapi banyak kepergianyang kian sempurna, kian bebas hujan tak menuda kedatangannya jelang malam jadi biasa, […]

Posted in Puisi Tagged Mega A Noviandari, Puisi Leave a comment

Puisi: Periuk Cimanuk – Kinanthi Anggraini (l. 1989)

Posted on 15 Agustus 201810 April 2020 by Editor

Kinanthi Anggraini (l. 1989)  Periuk Cimanuk di sinilah percik panca tirta bermuara. dari Cirebon, Indramayudan Majalengka. tempat di mana bunga padi menemui rumputberlanjut ke Sumedang hingga ke Garut hamparan kiri […]

Posted in Puisi Tagged Kinanthi Anggraini, Puisi Leave a comment

Puisi: Peta – Dedet Setiadi (l. 1963)

Posted on 15 Agustus 201815 Agustus 2018 by Editor

Dedet Setiadi (l. 1963) Peta Aku pilih jalan untuk mengusung ketenangan di pos paling ujung kubiarkan segala percakapan tewas menumpuk seperti barisan nisan di pekuburan Tak ada lagi sisa waktu […]

Posted in Puisi Tagged Dedet Setiadi, Puisi Leave a comment

Puisi: Halaman Kota – Alex R. Nainggolan (l. 1982)

Posted on 14 Agustus 201814 Agustus 2018 by Editor

Alex R. Nainggolan (l. 1982) Halaman Kota di halaman kota, engkau terjebak. menyimpan segala sakit .orang- orang bertahan di beranda rumah. hujan urung datang, hanya ada langkah serdadu yang tergesa. […]

Posted in Puisi Tagged Alex R Nainggolan, Puisi Leave a comment

Puisi: Aku Pelupa Soal Pidato – Didik Siswantono (l. 1968)

Posted on 14 Agustus 2018 by Editor

Didik Siswantono (l. 1968) Aku Pelupa soal Pidato Sesudah pidato ketiga lebih baik aku keluar sebentar hembusan angan telah menelan semua ingin lebih baik mencicipi kopi yang pahitnya tertunda tadi […]

Posted in Puisi Tagged Didik Siswantono, Puisi Leave a comment

Puisi: Buku Tabungan – Didik Siswantono (l. 1968)

Posted on 14 Agustus 2018 by Editor

Didik Siswantono (l. 1968) Buku Tabungan “Bolehkah aku membantumu, Pak?” Bapak tak menjawab, terus membuka buku tabungan yang berguguran, menghitungnya lalu melupakannya. Bapak kini mencoba melihat kalender sebuah bank. Sia-sia […]

Posted in Puisi Tagged Didik Siswantono, Puisi Leave a comment

Puisi: Pada Suatu Malam di Bekasi – Didik Siswantono (l. 1968)

Posted on 14 Agustus 2018 by Editor

Didik Siswantono (l. 1968) Pada Suatu Malam di Bekasi Dilihat dari dalam adalah lampu baca, dilihat dari luar adalah laron yang terbang di sela-sela cahaya. Tetap tak menggubris batas panas […]

Posted in Puisi Tagged Didik Siswantono, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani