Kuntowijoyo (1943-2005) Pengembara! Undang serigala menjilat jejakmu sampai pasir di gurun menghampar permadani pekat bagai ketiadaan Kau harapkan pelangi memencar lupakan. Juga matamu terpejam gelisah Ada yang tak kau tahu […]
Author: Editor
Puisi: Suluk Awang-Uwung, 15 – Kuntowijoyo (1943-2009)
Kuntowijoyo (1943-2005) Yang di bawah surya diteduh kubah biru bagai sekuntum cempaka mekar dan mewangi: Yang hamba ialah yang mulia Engkau terpilih menjaga kebun impian Lihatlah! Di sore tanganmu berlumpur […]
Puisi: Cicuruk – Sandy Tyas (1939-2009)
Sandy Tyas (1939-2009) hidup yang indah ialah ini hari di mana para lelaki masih sempat mengerti kesetiaan bini di mana para bayi sempat merapatkan mulut di susu bundanya dengan mata […]
Esai: Pertobatan Seorang Pembaca
Oleh Sofyan RH. Zaid “Saya menghargai puisi dan penghargaan itu layak baginya, di zaman sekarang atau di segala zaman, sebab kebenarannya di hadapan hidup, serta dalam setiap makna yang dikandungnya.” […]
Puisi: Ia Tidak Bersedia – Ikranagara
Ikranagara Terpejam matanya Oleh terik matahari Dari seberang depan Sedianya Udara pagi ini dihirupnya hati-hati Agar tak mengganggu Burung pipit yang menjemur sayap Antara kelopak-kelopak bunga Sisa embun terakhir Telah […]
Puisi: Angin Kecil – Faisal Ismail
Faisal Ismail ada suaramu bertingkah irama selembut cahaya, selembut cinta bebisik rahasia, berbisik bahagia membelai-belai rambutmu ketika senja langitpun sayup di atas mata membereskan rindumu yang semula sebelum meninggalkan beranda […]
Puisi: Berulangkali – Saini KM
Saini KM Depan cermin dahsyat Sejarah, tak sehelai kain dapat menutup ketelanjangan kita Makanan bubuk segala pakaian kebesaran dan topeng sandiwara! Namun berulangkali kita rebut peran para dewa Sambil menyumbat […]
Puisi: Siul – Abrar Yusra (1943-2015)
Abrar Yusra (1943-2015) Selamat tinggal? Bahwasanya terungkap sempurnalah segalanya Bagai si-bintang-bintang, si-bintang-bintang lepas… Tiada siksa di antara kita Kelap kelip riwayatmu lalu jauh serta memandang Kelap kelip riwayatku. Cahaya-cahaya bersintuhan, […]
Puisi: Aku pun Orang yang Datang Kemudian – Abrar Yusra (1943-2015)
Abrar Yusra (1943-2015) Kepada Razmaily Rais, ketika kau kecil Tiada kukenal seluruh Segala-gala ini, yang terpampang sunyi: Biru, awan, gunung, pohon dan pantai ini, kauraba kasar atau lembut Apalagi tentang dulu […]
