Ramon Damora dalamnya kedai menanam majenun gugur jua ampas mimpi selamun termasyhur negeri pengayuh pantun baru sampiran dan jadi penyamun kerakap jerih meringkus papan papan suasa balakan bentan menganggap diri […]
Author: Editor
Puisi: Buku Harian – Avianti Armand
Avianti Armand Selalu ada langit tak berwarna dan perempuan yang menulis di bawah langit seperti itu. 15 Desember Lampu kristal itu menggantung tidak di tengah ruang. Cahayanya ragu. Di seberang […]
Profil Penyair: Wing Kardjo Wangsaatmadja (1937-2002)
Oleh Dedy Tri Riyadi “SAYA menjadi tidak bisa membayangkan akan lahir lagi penyair setangguh Rustandi Kartakusumah, Wing Kardjo atau Karno Kartadibrata yang sanggup hidup membujang demi puisi,” ujar Acep Zamzam […]
Puisi: Sajak – Sanusi Pane (1905-1968)
Sanusi Pane (1905-1968) Di mana harga karangan sajak, Bukanlah dalam maksud isinya, Dalam bentuk, kata nan rancak Dicari timbang dengan pilihnya. Tanya pertama ke luar di hati, Setelah sajak dibaca […]
Puisi: Perempuan-perempuan Perkasa – Hartojo Andangdjaja (1930-1990)
Hartojo Andangdjaja Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta, dari manakah mereka Ke setasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa sebelum peluit kereta pagi terjaga sebelum hari bermula dalam […]
Puisi: Doa – Toeti Heraty (1933 – 2021)
Toeti Heraty (l. 1933 – 2021) Doa Jalanlah dalam terang jalanlah dengan lapang jangan terusik oleh sesal terlambat dilepas oleh mereka yang tertinggal tanggalkan relung-relung kenangan kisah yang setengah ingat […]
Puisi: Burung Hantu – A. Muttaqin
A. Muttaqin Aku melihatmu terbang, melayang, tanpa beban. Sayap dan bulu bukan bagianmu tapi kelebatmu lebih ringkih dari buih dan mimpi. Aku mencintaimu sedalam malam, seluas insomnia, sebab kau wujud […]
Puisi: Orang Tenggelam – Mardi Luhung
Mardi Luhung buat lan fang Istriku adalah ikan yang kuat. Selalu melesat di antara bunga, kepiting dan remukan terumbu di kedalaman. Di kedua lengannya ada sirip warna- warni. Setiap […]
Puisi: Cahya Merdeka – Roestam Effendi (1903-1979)
Roestam Effendi Kepada Tanah Airku Sekali aku terbangun dalam cerkammu, Dari dalam jurang yang gelap hitam Kau renggut aku hingga akan jiwaku, Kau angkat aku membubung menatap wajah Suria Merdeka… […]
