Muhammad Yamin (1903-1962) Perasaan Hatiku rawan bercampur hibur Mendengarkan riak desir-mendesir Menuju ke pantai di tepi bergisir Berlagu dendang sumber-menyumber. Ombak bergulung hambur-menghambur Mencari tepi tanah pesisir Lalu terhempas di […]
Author: Editor
Puisi: Soerabaia – Mardi Luhung
Mardi Luhung dukut itu punya tempo doeloe Buku I halaman 122: “Ada seorang inlander yang mati aah, tidak apa-apa. Tiap hari mereka tokh juga mati apalagi mereka mati seperti tikus-tikus!” […]
Puisi: Kamus Kecil – Joko Pinurbo
Joko Pinurbo Saya dibesarkan oleh bahasa Indonesia yang pintar dan lucu Walau kadang rumit dan membingungkan Ia mengajari saya cara mengarang ilmu Sehingga saya tahu Bahwa sumber segala kisah adalah […]
Puisi: Yang Mempertahankan Tanah – S. Anantaguna (1930-2014)
S. Anantaguna (1930-2014) Di tempat keringat tertumpah kaum tani membela tanah Stop! padi ini api nyawaku jagung ini darah jantungku di ini negri merdeka diucapkan di ini bumi demokrasi dipertahankan […]
Puisi: Pesan Dokter – Triyanto Triwikromo
Triyanto Triwikromo “Tak perlu kauminum obat apa pun. Kau tidak sakit. Kau hanya perlu bercakap-cakap dengan malaikat atau siapa pun yang akan memberimu sayap. Kau hanya perlu malih rupa jadi […]
Puisi: Apel Kedua – Dedy Tri Riyadi
Dedy Tri Riyadi (1) Kalau aku terjatuh, bukan karena kau rapuh, atau tak tabah pada hal-hal yang membuatmu melepaskan aku. Kau tetaplah pokok yang teguh dan kurasa begitu teduh, daun-daunmu […]
Puisi: Kesaksian Seorang Murid – Mario F Lawi
Mario F Lawi Jubahnya merah terkebas kemarau sebelum terkulai dalam tangan seorang perempuan. Enggan ia menengadah ketika berjalan sebab hidup yang menancapkan diri tak pernah bisa dipanggul. Tingkap yang terbuka […]
Puisi: Kereta – Sitok Srengenge
Sitok Srengenge 1 Sendiri di Stasiun Tugu, entah siapa yang ia tunggu Orang-orang datang dan lalu, ia cuma termangu Sepasang orang muda berpelukan (sebelum pisah) seolah memeluk harapan Ia mendesis, […]
Puisi: Upacara – Warih Wisatsana
Warih Wisatsana Erawan Berhutang pada siapakah hidup ini? Di dekat rumahmu, sebelum gang buntu atau sekelok sajak dari masa kanak Seperti biasa dengan tekun dan sabar Para penjaja itu mengacungkan […]
