MAMAN S. Mahayana, anggota dewan juri Anugerah Buku Hari Puisi Indonesia 2014, diwawancarai oleh Sastra Digital, tentang penjurian, proses pemilihan buku, puisi Indonesia, kepenyairan, harapan pembaca, dan lain-lain. Berikut petikannya: Bagaimana […]
Author: Editor
Esai: Kredo Puisi – Sutardji Calzoum Bachri
Sutardji Calzoum Bachri Kata-kata bukanlah alat mengantarkan pengertian. Dia bukan seperti pipa yang menyalurkan air. Kata adalah pengertian itu sendiri. Dia bebas. Kalau diumpamakan dengan kursi, kata adalah kursi itu […]
Puisi: Kembalikan Indonesia Padaku – Taufiq Ismail
Taufiq Ismail Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga, Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat, sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian, Hari […]
Esai: Membuat Sajak, Melihat Lukisan – Chairil Anwar (1922-1949)
Oleh Chairil Anwar (1922-1949) SAJAK terbentuk dari kata-kata, seperti juga sebuah lukisan dari cat dan sehelai kain, atau sebuah patung dari pualam, lempung dsb. Tapi mereka yang mengalami keterharuan ketika […]
Puisi: Berdarah – Sutardji Calzoum Bachri
Sutardji Calzoum Bachri Hari ini aku berdarah. kapak hitam menakik almanakku pecahlah rabuku mengalirlah pecahlah seninku mengalirlah pecahlah selasaku mengalirlah pecahlah jumatku mengalirlah darah mengalir dalam denyut dalam debar. darah […]
Puisi: Dalam Doaku – Sapardi Djoko Damono
Sapardi Djoko Damono Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara Ketika […]
Puisi: Pada Sebuah Pantai: Interlude – Goenawan Mohamad
Goenawan Mohamad Semua ini hanya terjadi dalam sebuah sajak yang sentimentil. Yakni ketika pasang berakhir, dan aku menggerutu, “masih tersisa harum lehermu”; dan kau tak menyahutku. Di pantai, tepi memang […]
Puisi: Daerah Perbatasan – Subagio Sastrowardoyo (1924-1995)
Subagio Sastrowardoyo (1924-1995) I Kita selalu berada di daerah perbatasan antara menang dan mati. Tak boleh lagi ada kebimbangan memilih keputusan : Adakah kita mau merdeka atau dijajah lagi. Kemerdekaan […]
Puisi: Pamflet Cinta – Rendra (1935-2009)
Rendra (1935-2009) Ma, nyamperin matahari dari satu sisi. Memandang wajahmu dari segenap jurusan. Aku menyaksikan zaman berjalan kalang-kabutan. Aku melihat waktu melaju melanda masyarakatku. Aku merindui wajahmu. Dan aku melihat […]
