• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Author: Editor

Puisi: Sajak dalam Angin – Umbu Landu Paranggi (l. 1943)

Posted on 25 Maret 201925 Maret 2019 by Editor

Umbu Landu Paranggi (l. 1943) Sajak dalam Angin Sebelum sayap senja (daun-daun musim) Sebelum hening telaga (burung-burung malam) Sebelum gunung ungu (bisik suara alam) Sebelum puncak sayu (napas rindu dendam) […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Umbu Landu Paranggi Leave a comment

Puisi: Batu Mimpi – Mira MM Astra (l. 1978)

Posted on 25 Maret 201925 Maret 2019 by Editor

Mira MM Astra (l. 1978) Batu Mimpi Tubuhmu sepenuh pekat bulan ketujuh bulan yang menumbuhkan sisik selaka, sayap kesara merangkum nafas api ke dalam cupu selaka mencuatkan gelungan ekorku yang […]

Posted in Puisi Tagged Mira MM Astra, Puisi Leave a comment

Puisi: Sajak Kecil – Umbu Landu Paranggi (l. 1943)

Posted on 25 Maret 201925 Maret 2019 by Editor

Umbu Landu Paranggi (l. 1943) Sajak Kecil (1) dengan mencintai puisi-puisi ini sukma dari sukmaku terbukalah medan laga sekaligus kubu hidup takkan pernah aman kapan dan di mana pun selamanya […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Umbu Landu Paranggi Leave a comment

Puisi: Taji – Mira MM Astra (l. 1978)

Posted on 25 Maret 201925 Maret 2019 by Editor

Mira MM Astra (l. 1978) Taji Telah kupasang taji dengan racik bisa paling murni taji bermata kilat pada kaki bersisik naga mangsa sebab hanya darah tempatku menadah kesangsianmu akan kewaktuanku […]

Posted in Puisi Tagged Mira MM Astra, Puisi Leave a comment

Puisi: Ringkasan Kecil – Abu Mufakhir

Posted on 24 Maret 201924 Maret 2019 by Editor

Abu Mufakhir Ringkasan Kecil                                            – untuk Faisal Kamandobat Dari setiap ringkasan, rasa takut membunuh apa saja, sekalipun tak pernah disentuh oleh cahaya yang menganggap semua hanyalah bayang-bayangnya, seperti putra […]

Posted in Puisi Tagged Abu Mufakhir, Puisi Leave a comment

Puisi: Sang Kota – Abu Mufakhir

Posted on 24 Maret 201924 Maret 2019 by Editor

Abu Mufakhir Sang Kota Kota-kota dibangun Dari dalam penaklukan Menjadi tempat bagi segala keserakahan dipusatkan Ia dilahirkan, diberi nama, diatur, lalu dihancurkan Di atas pengusiran, kelaparan dan kekeringan yang sama […]

Posted in Puisi Tagged Puisi Leave a comment

Puisi: Ketika Duduk di Kereta – Alfiyan Harfi (l. 1986)

Posted on 22 Maret 201911 Juni 2021 by Editor

Alfiyan Harfi (l. 1986) Ketika Duduk di Kereta duduk di kereta terbangun dari tidur aku tak tahu ke mana namun merasa benar: aku dalam perjalanan pulang. stasiun-stasiun datang dan pergi […]

Posted in Puisi Tagged Alfiyan Harfi, Puisi Leave a comment

Puisi: Ode Bagi yang Tak Dikenal – Alfiyan Harfi (l. 1986)

Posted on 22 Maret 201911 Juni 2021 by Editor

Alfian Harfi (l. 1986) Ode Bagi yang Tak Dikenal Aku ingin mendekat dan mengenalmu: Mengenal bagaimana kau bangun dan melangkah di tengah dunia Bagaimana kau sentuh ranting kering dan membuat […]

Posted in Puisi Tagged Alfiyan Harfi, Puisi Leave a comment

Puisi: Sajak Orang yang Belum Menemukan Sesuatu – Alfiyan Harfi (l. 1986)

Posted on 22 Maret 201911 Juni 2021 by Editor

Alfiyan Harfi (l. 1986) Sajak Orang yang Belum Menemukan Sesuatu Ia adalah tatap mata si kecil yang bahagia karena tak menyadari kebebasannya Ia adalah jalan-jalan kecil di masa lalu; yang […]

Posted in Puisi Tagged Alfiyan Harfi, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani