Oleh Hasan Aspahani DESA itu bernama Batang-batang Laok. Jaraknya 21 km dari Sumenep, di ujung timur Pulau Madura. Desa itu terhampar di kaki bukit, di tengah bentangan sawah yang bertingkat-tingkat. […]
Esai
Esai: Anjangsana- Catatan Proses Kreatif D. Zawawi Imron
Oleh D. Zawawi Imron Catatan: Ini adalah catatan proses kreatif D. Zawawi Imron disampaikan pada pembacaan sajak-sajak “Celurit Emas”, pada tanggal 22 November 1984, di Teater Arena Taman Ismail Marzuki, […]
Esai: Ketika Kuntowijoyo Menganalisa Sajak D Zawawi Imron
Oleh Hasan Aspahani MENUTUP buku puisi D. Zawawi Imron “Madura, Akulah Darahmu” (Grasindo, Jakarta, 1999), Kuntowijoyo menulis sebuah artikel yang menarik dan baik untuk memahami puisi dan memahami bagaimana kerja […]
Esai: Sekilas tentang Romansa Perjalanan Kirdjomuljo
Oleh Arco Transept BUKU kumpulan puisi Romansa Perjalanan karya Kirdjomuljo membuat saya membayangkan seorang penyair yang tidak berhenti pada sebuah pencarian. Dengan puisi-puisinya kita melihat dia mencari hakikat hidup lewat […]
Esai: Hoppla! – Chairil Anwar
Oleh Chairil Anwar (1922-1949) Bagi seorang yang bisa menulis menurut kepercayaan yang sudah mendarah-nanah dalam dirinya, bykan menurut keperca- yaan yang masih diharapkannya. JIKA […]
Esai: Penyair, Belajar, dan Membuat Sejarah
Oleh Rida K Liamsi Penyair dan Budayawan Riau BAGAIMANA memperkuat akar perpuisian di Indonesia? Ini tema yang terkesan agak galau, cemas, seakan bimbang tentang nasib perpuisian dan juga kepenyairan di […]
