Weslly Johannes XIX Masa kecilku adalah ketelanjangan laut dan bulu garam yang sederhana. Setiap hari, kutandai petang dan pagi dengan girang kanak-kanak yang berlari menyongsong laut. Badan mereka yang liat […]
Puisi
Puisi: Segulung Ombak di dalam Samudra Biru – Mawie Ananta Jonie (l.1940)
Mawie Ananta Jonie (l. 1940) Segulung Ombak di dalam Samudra Biru* Sebuah Cerita Buat Anakku Pinta 1 100 tahun yang lalu, anakku, tatkala Nusantara bersuku-suku, dia lahir dari kandungan mimpi […]
Puisi: Garis – Weslly Johannes
Weslly JohannesGaris Sudah terang di luar.Bagai bau buku baru,udara tahun baru masuk mengikuti cahaya,waktu kubuka jendela kayudan dari gelas kacabayang tipis terlempar ke atas kertas. Seperti tali kekangpada leher seekor […]
Puisi: Makan Siang – Weslly Johannes
Weslly JohannesMakan Siang Dari dinding siang yang bolong,aku memandang pekarangan.Daun pandan dan teman-temanbernaung di bayang pohon mangga. Ibu keluar memetik bunga pepaya.Kepada jari-jarinya yang menggapai,tatapanku pergi dan, seperti anak kecil,pertanyaanku […]
Puisi: Bukan Cermin Hendak Retak – Zulkarnain Siregar (l. 1961)
Zulkarnain Siregar (l. 1961) bukan cermin hendak retak andai kata hendak disangkamengapa aksara sepi disapa.lalu sudikah makna hendak didugabilamana kata tak turut menyertakadang cerita tinggal di pustaka-pustakajarang dicerna jadi kelakuan […]
Puisi: Hikayat Pejalan – Zulkarnain Siregar (l. 1961)
Zulkarnain Siregar (l. 1961) hikayat pejalan ia tetas dari tetes hujanyang memecah awanlangit yang berselendangtiga warna membasahi bumitumbuhkan pepohondan berpinak hewandalam garis lurus, lengkungmembentang ruang dari bukit-bukit tuakawah letusan gunung […]
