Agus Manaji (l. 1979)Syair Tidak siapa pun berlari mengikutikuAku mengelana di kota lembahYang terbakar oleh dendam dan amarahHanya bayang tubuh setiaMengikuti ruh resah ke mana pergiDi antara gedung-gedung tinggiTidak siapa […]
Puisi
Puisi: Debur Maret Terulur – Agus Manaji
Agus Manaji (l. 1979)Debur Maret Terulur Debur Maret terulur, menjangkau samudera bagi kenangantak terkubur. Hilal menunjam punggung awan; sepetik fragmencinta yang lirih dan pedih, sebab orang-orang hanya laludan enggan merintih. […]
Puisi: Sajak Kehilangan – Agus Manaji (l. 1979)
Agus Manaji (l. 1979)Sajak Kehilangan Kita kelak bakal kehilangan. Apa punTak cuma sepasang sandal di halaman masjid,Karenanya sesekali kau susur lagi jejak-jejak di belakang.Kenang-kenangan alit dari silsilah patah-patah:Bayang kerut wajah […]
Puisi: Masak – Aldri Fajar (l. 1994)
Aldri Fajar (1994)Masak Ibu adalah penyair di depan wajan.Kita tiap hari menyantap sajian sebagai syairnya. Hari daging disajikan dalam potongan keciltanpa meminta kita menyisihkan untuk orang lain. Tak semua suka […]
Puisi: Sajak Menjelang Kiamat, Kiamat dan Setelahnya – Joss Sarhadi
Joss SarhadiSajak Menjelang Kiamat, Kiamat dan Sesudahnya megaku mega sepipulang iake tenggarakaliku kali keringlarut iabah ke lautgunungku gunung hantunganga iagua batu bila sepi itu menghantulaut keringbatu lelehtak puisitak penyair adakah […]
Puisi: Pelabuhan Siang – Joss Sarhadi
Joss SarhadiPelabuhan Siang dari atas jembatanmuka kacatenggelam kalihitamaspal hitamlumpur muarakibarkan bendera tua ia tanah ia api ia sampah ia kucing ia perempuan ia adalah pelabuhan siangberbau tanahberbau apiberbai sampahberbau kucing […]
Puisi: Ketika Hari Minggu – Joss Sarhadi
Joss Sarhadi Ketika Hari Minggu engkau yang bergelantungan dalam bis kota mendengarkan serapahku engkau yang berselimut malam kedinginan menghangatkan tidurku engkaulah buah bibirku ketika engkau hentikan ceritamu langitku tipis membayangkan […]
Puisi: Rubai – Bukhari Aljauhari (Awal Abad XVII)
Bukhari Aljauhari (Awal Abad XVII)Rubai yang raja itu gembala manusia namanya dan manusia itu bukan ada gembalanya gembala domba itulah karena domba-dombanya domba itu bukan karena gembala adanya Sumber: Tajussalatin […]
Puisi: Matsnawi – Bukhari Aljauhari (Awal Abad XVII)
Bukhari Aljauhari (Awal Abad XVII) Matsnawi didengarlah olehmu hai yang budimanbudi itulah sungguh pohon ihsan karena ihsan itu peri budilahjika lain maka lain jadilahorang yang berbudi itu kayalahyang bukan berbudi […]
