Sartika Sari (l. 1992)Maut untuk bertemu, aku mesti menunggu begitu lamake semua jalan, yang banyak patung kenangan ketika langit benar-benar melengkung di bibirmu,atau mungkin bola mataku yang terkungkung bingungpelepasan, kukira […]
Puisi
Puisi: Hari Libur – Tjak S. Parlan (l. 1975)
Tjak S. Parlan (l. 1975)Hari Libur Besok hari libur. Hari tenangbagi sebuah keluarga sederhana. Keluarga sederhana itu membeli sebuah koranhari Minggu dan mulai membacanya:(1) tak ada yang perlu dikhawatirkanperihal kegaduhan […]
Puisi: Februari – Tjak S. Parlan (l. 1975)
Tjak S. Parlan (l. 1975)Februari Februari terdampar di bandar-bandar kecil,seperti para kekasih yang rindudan tak kunjung bertemu. Februari adalah pertemuan di sebuah rel keretayang lurus menjauh dalam lambaian tangandi belakang […]
Puisi: Aku dan Sepedaku yang Tak Bisa Menjangkau Dunia – Tjak S. Parlan (l. 1975)
Tjak S. Parlan (l. 1975) Aku dan Sepedaku yang Tak Bisa Menjangkau Dunia Nyaris saban hari, aku melewati gangsempit ini. Sepedaku yang muram, merayapdi antara rumah-rumah yang nyaris tanpahalaman, tanpa […]
Puisi: Musim yang Baik – Tjak S. Parlan (l. 1975)
Tjak S. Parlan (l. 1975)Musim yang Baik Ini musim yang baikuntuk menulis apa saja di sekitar kita.Barangkali tentang pertanyaan-pertanyaan sederhana,peristiwa yang terjadi dalam novel-novel metropop—sudah berapa kata kau kumpulkan hari […]
Puisi: Mending – P. Sengodjo (l. 1926)
P. Sengodjo (l. 1926)Mending Entah bagaimana pada perasaanmutapi memang beginilah langit yang hijau kelabuataukah burung ini akan menghantuataukah piramid akan rebah pada paku-paku Sekali kuntum bercumbuini lagi tidak masuk akaldan […]
