Felix K. Nesi (l. 1988)Racun Tikus Boleh kau suatu hariBertandang ke petak terakhirDekat waduk bikinan lurah Om Gabriel danUsi Ta’neoTentu menebar racun di situ Buat kau pengerat padiDan jagoan hutanDan […]
Puisi
Puisi: Satu Malam Pandemi Sebelum Pulang – Deri Hudaya (l. 1989)
Deri Hudaya (l. 1989) Satu Malam Pandemi Sebelum Pulang Di halaman depan rumah kontrakanyang tidak mungkin terbayar lagidan jadi mirip neraka tapi belum bisaditinggal pulang malam ini, aku serahkandiriku pada […]
Puisi: Perihal Waktu – Lailatul Kiptiyah (l. 1975)
Lailatul Kiptiyah (l. 1975) Perihal Waktu 1/ waktu mengendap ke dalamsecangkir tehharumnya sampai padamu;senja yang terentangdi luar jendelaselembar tirai membukaseperti sebuah kotakdi dalam rumah ibadah; tanganmu terulur menjatuhkansekian dermaberharap menitip […]
Puisi: Keluarga Fernando – Lailatul Kiptiyah (l. 1975)
Lailatul Kiptiyah (l. 1975) Keluarga Fernando -The Spirit of the Beehive; Victor Erice- telah kutemukan empat pasang matadengan warna sedih sehampar dataran rendahyang terasing sesudah perang sebuah gerbang membuka dirinyaketika […]
Puisi: Kunyit – Lailatul Kiptiyah (l.1975)
Lailatul Kiptiyah (l.1975) Kunyit aku ingin sendiri, dilupakanberpasang-pasang tangan rebahkan tubuhku dalam pot tanahberbibir rumpang hingga leher itudi sisi utara dapurmu agar cukup bagikukering mataharibasah air cucian berasmu padamu kubalaskan […]
Puisi: Menyebut Tentang Laut – Lailatul Kiptiyah (l. 1975)
Lailatul Kiptiyah (l. 1975) Menyebut Tentang Laut 1/Tuhan yang pemurah menjadikanmu sebentuk wadahmenampung bergulung-gulung airjuga gelombang pasang yang sanggup meraup pesisir langit riang berkaca padamumaka teranglah biru merupa mataperempuan-perempuan terdahulu […]
Puisi: Ke Akarpohon – Lailatul Kiptiyah (l. 1975)
Lailatul Kiptiyah (l. 1975)Ke Akarpohon sebagai pengantinaku tiba padamurumah dengan pagar terbuka di sela-selanya sulur-sulur bunga rambatselentur jemari tangan ringan terulur hangatmendekap halamanmu jantung yang lapangdi mana sebatang pohon menopangperasaan-perasaan […]
Puisi: 12 Bar Blues di D Minor (Blues Luntang-Lantung ala Bucin) – Ikhsan Risfandi Zetry Iminy
Ikhsan Risfandi Zetry Iminy 12 Bar Blues di D Minor -Blues Luntang-Lantung ala Bucin. “Barangkali aku lah pemuda dalam […]
Puisi: Palembang -Djamil Suherman (1924-1985)
Djamil Suherman (1924-1985) Palembang Kulihat kesunyian di pusat kota, manisketika halimun pagi menuruni pelabuhan kecillaut diam dalam pesona mata lelapmembayang harapan-harapan lama yang kutinggalkan Begitu jauh, manisterkubur dalam ingatan Tapi […]
