Djamil Suherman (1924-1985)Lagu Tanah Air I.Kami yang lahir di sini lahirlah penyair dengan cintadan harapannyaoleh air matari dan angin gunungKami yang besar di sini datanglah musafir dengan hatidan impiannyaoleh pasir […]
Puisi
Puisi: Anak Hilang – Djamil Suherman (1924-1985)
Djamil Suherman (1924-1985)Anak Hilang Sudah begitu lama tak dikenalnya lagi kasih manusiasudah begitu lamabayi bayi tengkurap tak mengerti muka muka tua berpalingansebuah ratap sedih dalam bayang senja menghilang Manakah itu […]
Puisi: Sorga Miskin – Djamil Suherman (1924-1985)
Djamil Suherman (1924-1985)Sorga Miskin kini tak kuharap lagi pujimu, sayangbila sebuah sajak menyebabkanorang ditembakberibu panji di mercukita ciptakan sorga bagimukemerdekaan dan kasih sayang jangan takut akulah pembelamubedil di tangan teracung […]
Puisi: Kidung Simalakama – Abidah El Khaliqy (l. 1965)
Abidah El Khaliqy (l. 1965)Kidung Simalakama Aku berdiri di bawah khuldi saat senja menyamarseperti iblis tanpa diundangberbilah racun bersarung pedangmenusuk lambungkudi langit terang Aku berdiri menangkar sunyi bumisendirimenerbangi titik niskalamenyusupkan […]
Puisi: Cukuplah Bagiku – Abidah El Khaliqy (l. 1965)
Abidah El Khaliqy (l. 1965)Cukuplah Bagiku cukuplah bagiku mainan yang kau berikankarna menjaganya terbayang gelapnya malamkadang tak terbaca oleh lompatan pengkhabarankarna sayap jibril sigap menghadangcukuplah bagiku mencoba bertahanmemberinya cara terbaik […]
Puisi: Sajak 1, 2, 3, 4 – Abidah El Khaliqy (l. 1965)
Abidah El Khaliqy (l. 1965)Sajak 1, 2, 3, 4 Pulau asing mana lahirkan sajak-sajakkuJika ada kota iman dan kejujuranSajakku jantung warga negeri itu Pagar kembara mana belum kulompatisoal dan tanya […]
