Goenawan Mohamad (l. 1941) Tentang Seorang yang Terbunuh di Sekitar Hari Pemilihan Umum “Tuhan, berikanlah suara-Mu, kepadaku.” Seperti jadi senyap salak anjing ketika ronda menemukan mayatnya di tepi pemetang. Telungkup. […]
Puisi
Puisi: Sajak Bonsai Memandang Pagi – Frans Nadjira (l. 1942)
Frans Nadjira (l. 1942) Sajak Bonsai Memandang Pagi Jadi apa makna bercak darah? Tirai tembus pandang bergetar dalam cahaya ketika dingin menyentuh kemilau embun. Ia ingat jejak melati dan semua […]
Puisi: Aku Tak Bisa Lagi Bernyanyi – A. Mustofa Bisri (l. 1944)
A. Mustofa Bisri (l. 1944) Aku Tak Bisa Lagi Bernyanyi bagiku tak ada lagi lirik dan musik yang menarik untuk kunyanyikan bersamamu atau sendiri burung-burung terlalu berisik mendendangkan apa saja […]
Puisi: Abu Mayat John Lennon – Binhad Nurrohmat (l. 1976)
Binhad Nurrohmat (l. 1976) Abu Mayat John Lennon Tak mesti menangis saat bersedih. Tak ada yang mengaku bahagia atas kematian John di New York. Walau bukan teman sekalipun, seluruh dunia […]
Puisi: Sepasang Hikayat – Mario F Lawi (l. 1991)
Mario F Lawi (l. 1991) Sepasang Hikayat Semestinya tak ada yang dilenyapkan dengan angkara. Semesta adalah kelengangan yang menumbuhkan ilalang di antara gandum. Para penuai masih terlelap sebab anggur terbaik […]
Puisi: Sajak Terakhir – Mario F Lawi (l. 1991)
Maro F Lawi (l. 1991) Sajak Terakhir Surga adalah gelembung sabun Yang penuh udara Karena dijejali keluh-kesah orang-orang Pasrah yang malas berusaha. Di sebuah taman, engkau pernah Mewariskan hujah yang […]
