Dea Anugrah (l. 1991) Misa Arwah sebab kecemasan itu tak pernah selesai kini kutempatkan diri di antara wajah pucat rumah duka dan kaca-kaca jendelanya yang memantulkan kegetiran tak bernama kulihat […]
Esai: La Galigo dan Sebuah Tepukan Kecil Faisal di Pundak Kita
Oleh Hasan Aspahani KENAPA Faisal Oddang menulis puisi-puisi dalam “Manurung” (Gramedia, 2017) dalam bahasa Indonesia? Kenapa tidak dalam bahasa Bugis, bahasa yang tentu ia kuasai, dan merupakan bahasa teks “La […]
Puisi: Kwatrin Strainme – Usman Arrumy (l. 1990)
Usman Arrumy (l. 1990) Kwatrin Strainme Pada baris pertama dari sajakku namamu terguris di situ berdiam diri dari kekhusukan samadi demi melalui dunia fana ini dan katakata yang suaka dalam […]
Puisi: Fatwa Cinta – Usman Arrumy (l. 1990)
Usman Arrumy (l. 1990) Fatwa Cinta Ia memilihku menjadi sunyi yang berderet di celah hurufmu Dititahkan aku sebagai doa yang melayang jauh membawa takdirmu Ia memilihku menjadi hening yang teruntai […]
Puisi: Rubaiyat – Usman Arrumy (l. 1990)
Usman Arrumy (l. 1990) Rubaiyat Embun terberai begitu santun setekun rekah merona pada bunga di kebun adakah angin pagi yang menujumu membisikkan sesuatu, tentang perasaan masygul yang kusebut masa lalu? […]
Puisi: Perbawati-Sukabumi – Slamet Sukirnanto (1941-2014)
Slamet Sukirnanto (1941-2014) Perbawati – Sukabumi Karena mendung tergeser dari langit Tundalah kantukmu barang sejam Mari! Mengurai cahya terang di bukit Tubuh menggigil dan dingin yang menggigit Sebelum tiba saatnya […]
