Suhendi Pusap Dari Mampang Dari Mampang kau bisa menyaksikan hidup sebagai perlintasan. Orang-orang bergerak ke pusat kota. yang masih jauh di utara, tergesa ke asalnya yang jauh di selatan, dan […]
Puisi: Lampu Merah – Suhendi Pusap
Suhendi Pusap Lampu Merah Menunggu lampu merah berubah warna membuatku merasa bahagia atas kesetiaannya. Kemarin ia berdiri di sana, besok mungkin ia masih berdiri di sana meski orang-orng tak mengetahui […]
Puisi: Menyusur Kota – Suhendi Pusap
Suhendi Pusap Menyusur Kota Kau telah menjadi kota yang bersikap kukuh seperti gedung-gedung dan berdiri sendiri-sendiri. Pandanganmu terhalang udaranya yang kotor, kau hisap dan menjadi candu. Sifat buruk seperti tikus […]
Esai: Memahami (dan Menikmati) Teks dari Lakon yang Tak Berteks
Oleh Hasan Aspahani APABILA teks kita pilih untuk kita hadapi sebagai struktur jejaring makna yang tersusun dari serangkaian simbol-simbol, sebagaimana dijelaskan dalam seni memahami (hermeneutik) maka bergembiralah kita di hadapan […]
Puisi: Daging Sapi Impor – Al-Fian Dippahatang (l. 1994)
Al-Fian Dippahatang (l. 1994) Daging Sapi Impor Sewaktu kecil, aku tak kepikiran memiliki cita-cita. Selain setiap hari aku membantu ayah menjaga kesehatan sapi-sapi. Aku tak pernah merasa sepi saat itu. […]
Puisi: Sebelum Tidur atau Sesudahnya – Iin Farliani (l. 1997)
Iin Farliani (l. 1997) Sebelum Tidur atau Sesudahnya ia bertemu dengan dirinya yang asli dalam mimpi dengung nyamuk tiba-tiba merusak jaring tidur itu membangunkan kembali ngilu dari tubuh sempat dilupakan, […]
