S. Rukiah (1927-1996) Buntu Kejaran Di jalan panjang, Bertemu lagi Aku dan ilham. Dia ketawa tergila-gila Mulut kuat enak mengejek Cepat kukejar Ia lari seperti binatang liar… Di jalan buntu […]
Puisi: Kamar Tua – S. Rukiah (1927-1996)
S. Rukiah (1927-1996) Kamar Tua Aku meraba dalam gelap kamar sempit sudah tua berbau apak mata dua jadi buta di mana titik sinar? Gelap! terus dan terus gelap warna itu […]
Puisi: Pohon Sunyi – S. Rukiah (1927-1996)
S. Rukiah (1927-1996) Pohon Sunyi Engkau sudah tua akarmu rapuh dengan tanah berpegangan sebagian sudah lepas putus berpisahan dan pasir sebutir demi sebutir ngeri ia berjatuhan! Batu-batu dekatmu diam membisu […]
Puisi: Cahaya Mau Mati – S. Rukiah (1927-1996)
S. Rukiah (1927-1996) Cahaya Mau Mati Kita memang berdiri antara pagi dan malam Pula kadang-kadang lihat juga bintang di langit seribu, atau perempuan busuk hati, yang nyanyi-nyanyi main piano cari […]
Esai: Menyelidik Karya Sastra seperti H.B. Jassin
Menyelidik Karya Sastra seperti H.B. Jassin Esai Hasan Aspahani KETIKA Universitas Indonesia menganugerahi gelar doctor honoris causa, pada 14 Juni 1975, H.B. Jassin menerima dengan kuatir. Gelar kehormatan dari perguruan […]
Puisi: Cerita Malam – S Rukiah (1927-1996)
S Rukiah (1927-1996) Cerita Malam Angin selatan berdesing lembut di pohon-pohon pada rumah-rumah tua menggeletar cahaya bulan dan malam itu aku masih berlari meloncati parit-parit gelap di mana kucari, inilah […]
